Mencari...

Identifikasi Tantangan : Profil satuan Pendidikan, kesenjangan dan harapan

7:26 PM
Pendidikan didesain untuk mampu mengatasi krisis multidimensional yang dihadapi oleh masyarakat dengan cara membuat neraca masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Sekolah membutuhkan bantun luar dari masyarakat dan sebaliknya masyarakat memerlukan pendidikan untuk anak-anaknya. Mereka saling membutuhkan sehingga kekuatan efektif manajeman ekolah bias saling melengkapai menjadi sebuah kekuatan efektif manajemen sekolah. Secara konseptual, implementasi otonomi dan pemerintah daerah adalah meningkatkan performansi (kinerja) sekolah karena diberi ruang pemberdayaan yang memadai untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang bermutu melalui pemberdayaan masyarakat UU No. 22 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah dimaksudkan untuk menentukan pola hubungan kewarganegaraan antara pusat dan daerah dan unit pemerintahan dibawahnya dengan prinsip desentralisasi.

Makalah oleh: Muhammad Yusuf
Untuk mencapai tujuan pendidikan, berbagai macam cara dilakukan pemerintah demi peningkatan mutu pendidikan itu sendiri. Namun demikian tidak jarang rencana yang telah disusun dengan baik dan sistematis, pada dataran praksisnya tetap menghadapi kendala-kendala dan ini merupakan tantangan bagi semua elemen masyarakat khususnya. Dan ini merupakan pendidikan. Oleh karena itu, makalah itu disusun untuk pendidikan. Penulis memulainya dengan menjabarkan profil satuan pendidikan, baru kemudian melihat kesenjangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan serta mengenai berbagai harapan yang seyogyanya dapat dicapai dan dipahami oleh lembaga-lembaga pendidikan.

II. Pembahasan
Profil Satuan Pendidikan

Satuan pendidikan menurut UUSPN No. 20 Tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, non formal dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. UUSPN tersebut menegaskan lebih rinci mengenai satuan pendidikan secara formal yang disebut sekolah yang merupakan bagian dari pendidikan yang berjenjang dan berkesinambungan, sedangkan satuan pendidikan non formal dan informal adalah pendidikan diluar sekolah yang meliputi keluarga, kelompok belajar, kursus, dan satuan pendidikan sejenis.

Pada prinsipnya, pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar untuk mentransformasikan ilmu, pengetahuan, ide, gagasan norma, hukum, serta nilai-nilai kepada orang lain dengan cara-cara tertentu, baik itu berstruktur formal, informal maupun nonformal. Proses transformasi itu bisa terjadi di sekolah sebagai salah satu satuan pendidikan di rumah tangga ataupun di masyarakat. Namun demikian, ketiganya bukanlah berdiri sendiri tetapi merupakan komponen yang saling melengkapi. Hal ini juga sejalan dengan UUSP No.20 Tahun 2003 Pasal 13 ayat (1) yang menyatakan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.

Keluarga Sebagai Satuan Pendidikan
Keluarga merupakan suatu unit sosial atau lembaga yang dibina berdasarkan nilai-nilai dari suatu masyarakat. Dalam kenyataanya keluarga merupakan institusi yang pertama kali dan yang utama dalam proses pendidikan untuk anak. Oleh karena itu, keberadaan orang tua adalah sebagai pendidikan yang utama bagi pembentukan kepribadian anak-anaknya seccara integral, menyeluruh dan berkesinambungan.

Sebagai lembaga pendidikan yang pertama maka peranan keluarga merupakan pusat dimana diletakkan dasar-dasar orang tualah setiap anak untuk pertama kali menerima penanaman niai-nilai agama, adat dan budaya. Dalam keluargalah anak menerima pengalaman pertama dalam menghadapi sesamanya atau bergaul antar manusia dan dalam menghadapi dunia pda umumnya dan millennium sekitarnya. Satu pengalaman yang merupakan dasar pendidikan dan kehidupan yang tidak mungkin dapat diganti oleh lembaga pendidikan lainnya. Hasil penyelidikan psikologi perkembangan membuktikan bahwa pada masa pendidikan dua tahun kepribadian anak manusia dan khususnya masa depan kehidupan anak.

Di sini yang berlaku bukanlah hubungan pribadi yang didasarkan pada kewibawaan, tetapi yang ada hanyalah hubungan cinta kasih orang tua kepada anak. Hubungan yang telalu dingin akibat terlalu tercurahnya cinta kasih yang diterima anak dalam keluarga sangat menentukan corak hubungan yang dilakuakan anak dengan dunia dan alam sekitarnya. Cinta kasih yang berlebihan menyebabkan anak tidak mencapai kedewasaanya. Sebaliknya hubungan cinta kasih yang kurang menyebabkan anak menjadi tidak dikekang, dikendalikan dan akhirnya tidak dapat dididik.

Beberapa dasar keharusan kelurga sebagai pendidikan adalah :
Keluarga adalah lembaga sosial yang mengadakan proses penciptaan anak sehingga sesuai kodratnya, pembawaan naluri yang diterima dari orang tuanya untuk dan demi kelangsungan hidup keturunannya.
Sesuai dengan kenyataan diatas, hubungan cinta kasih antara orang tua dan anak tidak dapat diganti dan dibandingkan hubungan cinta kasih antara lembaga masyarakat manapun.
Hubungan kesetiaan antara orang tua dengan anak tidak dapat dignti oleh lembaga pendidikan atau sosial yang manapun, kecuali pada susunan mesyarakat yang tidak mengakui hak kewajiban keluarga sebagai embaga sosial pendidikan. Pendidikan budi pekerti dimana kepada anak diberikan dan ditanamkan norma pandangan hidup tertentu meskipun dalam kesederhanaan dan langsung dalam bentuk praktek kehidupan sehari-hari.

Secara makro, pendidikan keluarga bertujuan sebagai berikut :
  • pendidikan budi pekerti dimana kepada anak diberikan dan ditanamkan norma pendangan hidup tertentu meskipun dalam sederhana dan lansung dalam bentuk praktek kehidupan sehari-hari.
  • Pendidikan sosial, dimana anak diberikan keempatan dan latihan secara praktek tentang bagaimana bergaul antar sesamanya sesuai dengan tuntutan dan tuntutan norma tertentu.
  • Pendidikan intelektual, dimana anak diajarkan antar sesamanya sesuai dengan kecakapan berbahasa, berhitung dan dan kesenian tertentu.
  • Pembentukan kebiasaan yang berguna bagi pembentukan kepribadian yang baik dan wajar, dimana anak dilatih dan diberikan kesempatan untuk hidup secara teratur dan tertib tanpa dirasakan adanya suatu paksaand dari luar pribadinya.
Salah satu keberhasialan pendidikan keluarga adalah terbinanya komunikasi orang tua dengan anak secara harmonis. Hal ini penting dilakukan melihat keteladanan bertumpu kepada komunikasi yang harmonis. Paling tidak ada tiga upaya yang bisa dialakukan orang tua agar komunikasinya dengan anak terpelihara dengan baik dan harmonis, yaitu
  1. Setiap orang tua harus mencintai anaknya tanpa pamrih dan sepenuh hati.
  2. Orang tua harus memenuhi sifat dan perkembangan anak dan mau mendengarkan mereka.
  3. Berlaku kreatif dengan anak dalam pergaulan dan mampu menciptakan suasana mendengarkan.
Lembaga Non formal dan Informal satuan Pendidikan
Masyarakat sebagai mitra pemerintah UUSPN No. 20 Tahun 2003 Pasal 55 menyatakan bahwa masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat pada penelitian formal dan non formal sesuai dengan kekhasan agama, lingkungan sosial, dan budaya untuk kepentingan masyarakat. Pernyataan ini menggambarkan bahwa masyarakat berkesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Cirri khas pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat tetap diindahkan dengan melalui syarat-syarat dengan tata cara yang telah diatur. Pendirian dan penyelenggaraan satuan pendidikan, kecuali endidikan kedinasan dan semua jenjang kependidikan di jalur pendidikan sekolah. Semuanya diataur dalam suatu sistem dibawah tanggung jawab Departemen Pendidkan Nasional. Di samping itu pendidikan formal dan nonformal, ditemui juga pendidikan informal. Pengelolaan tiga jalur pendidkan dapat dijelaskan sebagai berikut :
  • Pendidikan Informal ialah pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau sadar sejak seseorang dilahirkan sampai meninggal dunia, di dalam keluarga, pekerjaan atau pergaulan sehari-hari. Proses pendidikan ini berlangsung seumur hidup dan secara wajar.
  • Pendidkan nonformal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang secara teratur, terarah, disengaja tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan yang ketat. Pendidikan non formal bersifat fungsional dan praktis yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja peserta didik yang berguna bagi usaha perbaikan taraf hidup mereka.
  • Pendidikan formal ialah pendidikan yang diperoleh seseorang dari sekolah secara teratur, sistematis, bertingkat dan dengan mengikuti syarat-syarat yang ketat dan elas (mulai dari TK sampai perguruan tinggi). Pendidikan disekolah merupakan proses yang strategi baik pemerintah dan masyarakat untuk membina warga Negara yang baik masa depan pemuda, bangsa dan Negara.
Masyarakat sebagai komponen yang lebih besar dan lebih luas juga berperan sangat penting dalam pendidikan. Pola yang dikembangkan tentu saja berbeda dengan keluarga. Melalui interaksi dengan sesame masyarakat, anak didik menyerap dan mengadopsi berbagai kejadian yang turut membantu terbentuknya pola pikir si anak dan prilakunya. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang ada dilembaga informal masyarakat disamping sebagai tempat penerimaan berbagai macam penerimaan informasi juga menjadi wadah mengekspresikan berbagai kemapuan yang telah dimiliki anak. Jelasnya interaksi itu akan menumbuh kembangkan anak dengan budaya tertentu sesuai dengan apa yang dilihat, dirasakan dan dilaksanakan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

Namun demikia kemajuan yang dicapai oleh suatu masyarakat bersama dengan kebudayaannya dipengaruhi oleh berjalannya fungsi pendidikan yang di masyarakat atau suatu bangsa. Oleh sebab itu sistem persekolahan sebagai institusi sosial yang menjalankan fungsi pendidikan bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan pendidikan secara terencana, terarah dan terpadu dalam membina potensi anak-anak sehingga memiliki integritas kepribadian, berilmu, berbudi pekerti, beriman dan bertaqwa serta memiliki keterampilan dalam mengisi kehidupan individu dan masyarakat.

Sekolah sebagai satuan pendidikan.
Berbagai lembaga Sosial. Bagai mana fungsi pendidikan pada umumnya, fungsi sekolah dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :
  1. Sebagai lembaga sosialisasi yang membantu anak-anak dalam mempelajari cara-cara hidup ditempat mereka belajar.
  2. mentransmisi dan mentrasformasikan kebudayaan dan,
  3. menyeleksi anak didik untuk melanjutkan pendidikan yang lebi tinggi.
Sebagai lembaga legal dan formal, sekolah merupakan satuan pendidikan, yang dirancang sedemikian rupa sehingga mampu mengakomodasikan berbagai kepentingan. Sekolah juga merupakan perpanjangan tangan dari keluarga dan masyarakat yang berfungsi mengembangkan seluruh potensi anak didik sehingga menjadi anak yang berilmu, inovatif, kreatif dan mandiri, di samping menanamkan nilai-nilai yang diinginkan. Seklah dalam menanam nilai-nilai dan loyalitas terhadap tatanan tradisional masyarakat juga berfungsi sebagai lembaga kontrol melalui ajarannya tentang pendididikan moral.

Sekolah dalam tugasnya sehari-hari selalu memonitoring perkembangan kepribadian dan prilaku murid-muridnya agar terhindar dari kecendrungan tindakan yang destruktif atau yang mengarah pada pusat kontrol kebudayaan masyarakat agar tidak menyimpang dari hakikat yang diinginkan, disamping sebagai pusat pengembangan dan bentuk paket-paket pengajaran yang secara sinergis akan mengembangkan kognitif, afektif dan psikomotorik.

Interaksi antara keluarga masyarakat dan sekolah dalam kontek pendidikan adalah suatu proses menunjuk pada hubungan-hubungan yang dinamis keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai satuan pendidikan saling berinteraksi untuk membudayakan anak didik.
Interaksi disini merupakan syarat utama adanya aktivitas dari hubungan dinamis yang bermuara kepada anak didik sebagai objek satuan pendidikan.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa sekolah merupakan lembaga yang dirancang sedemikian rupa sehingga mampu mengakomdir segala kepentingan masyarakat dan poteni anak didik. Hubungan keluarga dengan sekolah dalam proses pendidikan sangat erat sekali, dimana keluarga dengan sekolah dalam proses pendidikan sangat dikenal oleh anak. Sementara sekolah adalah lembaga sosial formal yang didirikan berdasarkan undang-undang Negara sebagai tempat pendidikan. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa proses pendidikan yang difokuskan kepada anak didik adalah sebagai objek satuan pendidikan, baik itu keluarga diekolah dan juga di masyarakat. Ketiga satuan pendidikan ini saling berinteraksi dan juga melengkapi.

Kesenjangan dan harapan
Pembahasan terdahulu kita telah melihat idealnya sebuah satuan pendidikan baik dikeluarga. Disekolah mampu dimasyarakat. Namun demikian dalam dataran realitas, proses pendidikan disetiap satuan pendidikan tidaklah demikian adanya, banyak persoalan dan kesenjangan yang terjadi dan ini semua menyebabkan tujuan dan harapan dalam proses pendidikan belum tercapai secara sempurna, persoalan ini muncul akibat beberapa hal berikut ini :

1.Kurikulum dan dan program pembelajaran
Manajemen kurikulum dan program pembelajaran mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Untuk menjamin efektivitas pengembangan kurikulum dan operasional kedalam program tahunan dan pembelajaran yang tidak memperhatikan komponen-komponen terkait seperti fasilitas pembelajaran tidak efektif.
2.Tenaga kependidikan
Tenaga kependidikan merupakan elemen terpenting, karena terkait langsung dalam proses pendidikan. Banyak para tenaga pendidikan yang tersedia yang tidak memenuhi standart, bahkan yang lebih ironis guru mengajarkan pelajaran yang jauh dari spesifikasinya sehingga out put yang dihasil jauh dari yang diharapkan.

3.Pembiayaan
Pembiayaan merupakan aspek yang sagat vital ditiap aspek kegiatan termasuk kegiatan pendidikan. Karena terkait dengan kelansungan proses pendidikan. Oleh karena itu penyusunan rencana anggaran harus dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada agar dana yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif, efisien dan tidak ada kebocoran-kebocoran.

4.Sarana dan prasarana pendidikan
Salah satu komponen yang menentukan keberhasilan dalam pendidikan adalah adanya fasilitas belajar yang memadai. Banyak sekolah yang tidak dapat memenuhi fasilitas belajar sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat dicapai secara maksimal. Bagi sekolah-sekolah yang mempunyai fasilitas yang mempunyai lebih berhasil disbanding dengan sekolah-sekolah yang minim dalam segi sarana dan prasarana yang ada.

5.Pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat
Hubungan sekolah dan masyarakat pada hakikatnya merupakan suatu sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah. Sekolah adalah lembaga sosial yang bertugas melaksanakan tugas-tugas pendidikan, sedangkan masyarakat adalah pengguna pendidikan sekaligus sebagai kontrol dalam proses pendidikan sehingga hubungan keduanya sangat penting untuk mecapai tujuan pendidikan bersama.

Agar tercipta hubungan dan kerja sama yang baik antara sekolah dan masyarakat, masyarakat perlu mengetahui dan memiliki gambaran yang lekas tentang sekolah. Namun demikian banyak masyarakat yang tidak mau peduli dengan sekolah begitupun terkadang sekolah juga tak ambil pusing dengan keadaan masyarakat, sehingga hubugan yang tercipta bukan atas saling memiliki, tetapi lebih karena adanya kepentingan bersama. Dengan demikian, harapan kita semua bahwa aspek-aspek yang dibutuhkan dalam proses pembelajara dapat dipenuhi sehingga tujuan pendidikan yang kita harapkan dapat dicapai dengan maksimal bukan hasil seadanya. Tanpa usaka yang sungguh-sungguh pendidikan tidak mungkn dicapai.

III. Penutup

Satuan pendidikan menurut UUSPN No. 20 Tahun 2003 adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, non formal dan iinformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Pendidikan informal diperoleh dari pengalaman sehari-hari baik dalam keluarga pekerjaan atau pergaulan. Pendidikan formal diperoleh seseorang disekolah dengan mengikuti syarat-syarat tertentu. Sedangkan pendidikan nonformal diperoleh secara teratur dan terarah tetapi tidak mengikuti aturan yang ketat. Pendidikan ini bersifat fungsional dan praktis untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan. Kesenangan dalam pendidikan diakibatkan oleh komponen-komponen pendidikan yang tidak dikelola dengan baik, yang meliputi kurikulum dan program pembelajaran, tenaga pendidikan, pembiayaan, sarana dan prasarana serta hubungan masyarakat dengan lembaga pendidikan (sekolah), dengan mengetahui kekurangan ini diharapkan seluruh pihak-pihak yang terkait dalam dunia pendidikan dapat memperbaiki dan melaksanakannya. semoga.

Daftar pustaka
DAFTAR PUSTAKA
  • Fajar, A. Malik. Hilistika Pemikiran Penelitian, Jakarta : Rajawali Press, 2005
  • Hamis, Dedi. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2004, Jakarta : Durat Bahagia, tt.
  • Muchali, Imam ed,. Pendidikan Silam dan Tantangan Globalisasi. Yogyakarta : Ar-Ruzz, 2004.
  • Mujib, Abdul. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Kencan, 2006.
  • Mulkan, Abdul Munir. Nalar Spiritual Pendidikan : Sosiologi Problem Filosofis Pendidikan Islam, Yogyakarta : Tiara Wacana, 2002.
  • Nata, Abuddin. Manajemen Pendidikan : Mengatasi kelemahan pendidiakn Islam di Indonesia. Jakarta : Kencana, 2003.
  • Sagala, Syaiful. Manajemen Berhasil Sekolah dan Masyarakat : Strategi Mnerangkan Persaingan Mutu. Jakarta : Nimas Multina, 2005.
  • Saleh, Abdur Rachman. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa, Jakarta : Rajawal Press, 2004.
  • Syafruddin, Ilmu Pendidikan : Perspektif Baru Rekonstruksi Budaya Abad 21, Bandung : Cita Pustaka Media, 2005.
Ibrahim Lubis

Penulis:

Judul Makalah: Identifikasi Tantangan : Profil satuan Pendidikan, kesenjangan dan harapan
Semoga Makalah ini memberi manfaat bagi anda, tidak ada maksud apa-apa selain keikhlasan hati untuk membantu anda semua. Jika terdapat kata atau tulisan yang salah, mohon berikan kritik dan saran yang membangun. Jika anda mengcopy dan meletakkannya di blog, sertakan link dibawah ini sebagai sumbernya :

0 komentar:

Post a Comment

Berhubung komentar Spam sangat berbahaya, maka saya berharap Sobat untuk tidak berkomentar spam. Jika saya menemukan komentar Sobat mengandung spam atau memasukkan link aktif di kolom komentar, saya akan menghapusnya. terima kasih