Aneka Ragam Makalah

PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK


PENGARUH PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP TINGKAH LAKU SISWA (STUDI SAMPEL DI MTS. NEGERI PANDAAN)

A. Latar Belakang Masalah

Sebagaimana dipahami bahwa para remaja berkembang secara integral, dalam arti fungsi–fungsi jiwanya saling mempengaruhi secara organik. Karenanya sepanjang perkembangannya membutuhkan bimbingan sebaik–baiknya dari orang yang lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadap jiwa para remaja yang menurut kodratnya terbuka terhadap pengaruh dari luar. Namun tidak jarang para remaja mengambil jalan pintas untuk mengatasi kemelut batin yang mereka alami itu.

Pelarian batin ini terkadang akan mengarah ke perbuatan negatif dan merusak, seperti kasus narkoba, tawuran antar pelajar, maupun tindak kriminal merupakan bagian dari kegagalan para remaja dalam menemukan jalan hidup yang dapat menentramkan gejolak batinnya. Sehingga jika tingkah laku yang diperlihatkan sesuai dengan norma yang berlaku, maka tingkah laku tersebut dinilai baik dan diterima. Sebaliknya, jika tingkah laku tersebut tidak sesuai atau bertentangan dengan norma yang berlaku, maka tingkah laku dinilai buruk dan ditolak.[1] Akibatnya peranan serta efektivitas pendidikan aqidah akhlak di MTs sebagai landasan bagi pengembangan spiritual terhadap kesejahteraan masyarakat dipertanyakan. Dengan demikian jika pendidikan aqidah akhlak yang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan dengan baik, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik. 

Juga sebagaimana diketahui, bahwa inti ajaran Islam meliputi: masalah keimanan (akidah), masalah keislaman (syari’ah), dan masalah ikhsan (akhlak).[2] Kemudian ruang lingkup akhlak meliputi tiga bidang yaitu akhlak kepada Allah, akhlak kepada sesama manusia, dan akhlak terhadap alam lingkungan. Dengan demikian, akhlak mencakup jasmani dan rohani, lahir dan batin, dunia dan akhirat, bersifat universal, berlaku sepanjang zaman dan mencakup hubungan dengan Allah, manusia dan alam lingkungan.[3] 

Demikian pula dengan pendidikan yang bijaksana dan mengetahui metodologi yang tepat bagi masing–masing individu (siswa), diharapkan para remaja dapat mencapai kesempurnaan. Selanjutnya kita tahu bahwa pada umumnya pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, yaitu rohani (pikir, karsa, rasa, cipta dan budinurani) dan jasmani (pancaindera serta ketrampilan-ketrampilan).[4]

Disamping itu, pada hakekatnya pendidikan merupakan kebutuhan yang utama bagi manusia, yang dimulai sejak manusia lahir sampai meninggal dunia, bahkan manusia tidak akan menjadi manusia yang berkepribadian utama tanpa melalui pendidikan.

Begitu pula dengan pendidikan aqidah akhlak di Madrasah Tsanawiyah memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan tingkah laku siswa. Apalagi dalam pelaksanaan pendidikan aqidah akhlak tersebut masih terdapat kelamahan-kelamahan yang mendorong dilakukannya penyempurnaan terus-menerus. Kelemahan tersebut terdapat pada materi pendidikan aqidah akhlak yang lebih terfokus pada pengayaan pengetahuan (kognitif) dan minim dalam pembentukan sikap (afektif) serta pembiasaan (psikomotorik). Kendala lainnya adalah kurangnya keikutsertaan guru mata pelajaran lain dalam memberi motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekan nilai-nilai keyakinan tauhid dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Lalu lemahnya sumber daya guru dalam pengembangan pendekatan dan metode yang lebih variatif, minimnya berbagai sarana pelatihan dan pembangunan, serta rendahnya peran serta orang tua siswa.

Oleh karena itu, agar pelaksanaan pendidikan aqidah akhlak dapat diwujudkan secara optimal, maka perlu memperhatikan faktor-faktor penyebab dari pada tingkah laku. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Struktur sosio-kultural, yaitu pola tingkah laku ideal yang diharapkan.
2. Faktor situasi, yaitu semua kondisi fisik dan sosial ditempat berada dan diterapkannya suatu sistem sosial.
3. Faktor kepribadian, yaitu semua faktor psikologis dan biologis yang mempengaruhi tingkah laku para pelaku secara perseorangan.[5]

Dengan pendidikan aqidah akhlak diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan keimanan siswa yang diwujudkan dalam tingkah laku terpuji. Karena tingkah laku ditentukan oleh keseluruhan pengalaman yang didasari oleh pribadi seseorang. Kesadaran merupakan sebab dari tingkah laku. Artinya, bahwa apa yang dipikir dan dirasakan oleh individu itu menentukan apa yang akan dikerjakan. Adanya nilai yang dominan mewarnai seluruh kepribadian seseorang dan ikut serta menentukan tingkah lakunya.[6] Dengan demikian dapat disadari betapa pentingnya peranan pendidikan aqidah akhlak dalam membentuk tingkah laku siswa seutuhnya.

Maka dari itu, Pendidikan aqidah akhlak mempunyai arti dan peranan penting dalam membentuk tingkah laku siswa seutuhnya. Sebab dengan pendidikan aqidah akhlak ini siswa tidak diarahkan kepada pencapaian kebahagiaan hidup di dunia saja, tetapi juga untuk kebahagiaan hidup di akhirat. Dengan pendidikan aqidah akhlak siswa diarahkan mencapai keseimbangan antara kemajuan lahiriah dan batiniah, keselarasan hubungan antara manusia dalam lingkup sosial masyarakat dan lingkungannya juga hubungan manusia dengan Tuhannya. Dan dengan pendidikan aqidah akhlak pula siswa akan memiliki derajat yang tinggi yang melebihi makhluk lainnya.

Pada akhirnya dapat dikatakan bahwa pelaksanaan pendidikan aqidah akhlak dapat dipandang sebagai suatu wadah untuk membina dan membentuk tingkah laku siswa dalam mengembangkan pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) serta pembiasaan (psikomotorik).

Oleh sebab itu pendidikan aqidah akhlak bertujuan untuk menumbuhkan pola tingkah laku siswa yang bulat melalui latihan kejiwaan, kecerdasan, penalaran, perasaan dan indera. Pendidikan aqidah akhlak dengan tujuan semacam itu harus melayani pertumbuhan siswa dalam segala aspeknya, baik aspek spiritual, intelektual, imajinasi, jasmaniah, ilmiah maupun bahasa. Pendidikan aqidah akhlak harus mendorong semua aspek tersebut ke arah keutamaan serta pencapaian kesempurnaan hidup berdasarkan nilai-nilai Islam.

Dan untuk mewujudkan tujuan di atas tentunya harus ditunjang dengan berbagai faktor seperti diantaranya guru atau pendidik, lingkungan, motivasi dan sarana yang relevan. Perkembangan dan pertumbuhan tingkah laku siswa berjalan cepat atau lambat tergantung pada sejauh mana faktor–faktor pendidikan aqidah akhlak dapat disediakan dan difungsikan sebaik mungkin. Yang dalam hal ini adalah lembaga sekolah pendidikan agama yang diberikan dilingkungan sekolah, lembaga sekolah pendidikan agama tidak hanya menyangkut proses belajar-mengajar yang berlangsung di kelas melalui intelegensia (kecerdasan otak) semata, tetapi juga menyangkut pada hal-hal lain seperti dengan guru, teman dan lingkungan yang sangat berpengaruh pada tingkah lakunya.

Dari uraian tersebut di atas timbul keinginan penulis untuk mengkaji lebih dalam tentang “PENGARUH PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP TINGKAH LAKU SISWA (STUDI SAMPEL DI MTs. NEGERI PANDAAN KABUPATEN PASURUAN)“. Dalam rangka usaha untuk memberikan informasi tentang bagaimana aktifitas pendidikan aqidah akhlak sehubungan dengan tingkah laku siswa di MTs. Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan.


B. Rumusan Masalah
  • Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:

  • Bagaimana pelaksanaan pendidikan aqidah akhlak di MTs. Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan?

  • Bagaimana tingkah laku siswa di MTs. Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan?
  • Bagaimana pengaruh pendidikan aqidah akhlak terhadap tingkah laku siswa di MTs. Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan?
C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka dapat diketahui tujuan penelitian ini adalah:
  • Untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan aqidah akhlak di MTs. Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan
  • Untuk mengetahui tingkah laku siswa di MTs. Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan
  • Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pendidikan aqidah akhlak terhadap tingkah laku siswa di MTs. Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan
D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat membawa manfaat:

Bagi Lembaga

Memperoleh informasi secara konkrit tentang kondisi obyektif lembaga mengenai pelaksanaan pendidikan aqidah akhlak dan pengembangan tingkah laku siswa.

Bagi Pengelola

Untuk menjadi masukan dan bahan rujukan dalam pelaksanaan pendidikan aqidah akhlak dan pengembangan tingkah laku siswa ke depan.

Bagi Peneliti

Menambah pengetahuan yang lebih matang dalam bidang pengajaran dan menambah wawasan dalam bidang penelitian, sehingga dapat dijadikan sebagai latihan dan pengembangan teknik–teknik yang baik khususnya dalam membuat karya tulis ilmiah, juga sebagai kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

E. Hipotesa

Menurut asal usulnya hipotesa berarti sesuatu kesimpulan atau pendapat yang masih kurang (hypo berarti kurang dari, sedangkan thesis berarti pendapat). Jadi kesimpulan itu belum final (proto conclution) karena masih harus dibuktikan. Setelah terbukti kebenarannya, hipotesa berubah menjadi tesa. Kemudian menurut Marzuki hipotesa adalah dugaan yang mungkin benar, atau mungkin juga salah. Dia akan ditolak jika salah atau palsu, dan akan diterima jika fakta-fakta membenarkannya.[7]

Adapun hipotesa yang akan diajukan dalam penelitian ini ada dua yaitu:

Hipotesa Kerja (Ha)

Ada pengaruh pendidikan aqidah akhlak terhadap tingkah laku siswa (studi sampel di MTs. Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan).

Hipotesa Nol (Ho)

Tidak ada pengaruh pendidikan aqidah akhlak terhadap tingkah laku siswa (studi sampel di MTs. Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan).

F. Ruang Lingkup Pembahasan

Untuk menfokuskan kajian pada permasalahan yang telah dirumuskan, penulis perlu menegaskan beberapa hal yang berkaitan dengan judul, yaitu:

Pendidikan aqidah akhlak

Dalam hal ini peneliti memfokuskan pada pembahasan tentang pendidikan aqidah akhlak MTs. Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan.

Tingkah laku

Untuk tingkah laku ini peneliti menfokuskan pada perbuatan baik dan buruk yang dilakukan siswa MTs. Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan.

G. Metode Pembahasan Dan Strategi Penelitian

1. Metode Pembahasan
Dalam pembahasan skripsi ini, penulis menggunakan beberapa metode yaitu:

a. Metode Induksi

Menurut Sukandarrumidi metode induksi adalah : “Suatu pola berpikir yang menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual”.[8]

Metode ini dimaksud untuk membahas suatu masalah dengan jalan mengumpulkan data dan fakta-fakta yang bersifat khusus atau peristiwa-peristiwa konkrit yang ada hubungannya dengan pokok bahasan, kemudian diambil pengertian atau kesimpulan.

b. Metode Deduksi

Dari pendapatnya Sukandarrumidi dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian: “Metode deduksi adalah pola berpikir yang bertitik tolak dari pernyataan yang bersifat umum, dan menarik kesimpulan yang bersifat khusus”.[9]

Berdasarkan metode ini penulis mempergunakan untuk membahas permasalahan yang bersifat umum yang ada kaitannya dengan pokok pembahasan kemudian ditarik suatu kesimpulan yang khusus.


2. Strategi Penelitian
a. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini termasuk dalam katagori jenis penelitian deskriptip kuantitatif, yaitu: mengumpulkan informasi dan membuat deskripsi tentang suatu fenomena, yaitu keadaan fenomena menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan[10].

b. Penentuan Populasi

Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian[11]. Sedangkan menurut Sukandarrumidi populasi adalah keseluruhan obyek penelitian baik terdiri dari benda yang nyata, abstrak, peristiwa ataupun gejala yang merupakan sumber data dan memiliki karakter tertentu dan sama.[12]

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa populasi adalah semua obyek yang akan diteliti yaitu Kepala Madrasah, seluruh guru agama dan seluruh siswa MTs. Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan dengan jumlah 741 siswa.

c. Penentuan Sampel

Yang dimaksud sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti[13]. Adapun sampel penelitian ini penulis tentukan dengan menggunakan teknik random sampling yaitu: pengambilan sampel random, peneliti “mencampur” subyek-subyek didalam populasi, sehingga semua subyek dianggap sama, (Suharsimi Arikunto)[14]

Dalam artian random sampling mengambil semua individu yang ada dalam populasi, sehingga semua dianggap sama atau diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel dalam penelitian dan dalam pelaksanaannya pengambilan sampel tersebut penulis menentukan dahulu kelas berapa dan apa saja yang akan dijadikan sampel. Sampel ini diambil 15 % atau lebih dari keseluruhan jumlah siswa yaitu kira-kira 50 siswa. Mengenai besar kecilnya sampel siswa yang diambil dalam penelitian penelitian ini didasarkan pada pendapat yang menyatakan bahwa “untuk sekedar ancar-ancar apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua
Daftar Pustaka dan Footnote
DAFTAR PUSTAKA



Anas Sudjono, 2001, Pengantar Statistik Pendidikan, Raja Grafindo, Jakarta



Al-Abrasyi, Mohd. Athiyah, 1984, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Bulan Bintang, Jakarta



Al-Atsari, Abdullah bin ‘Abdil Hamid, 2005, Panduan Aqidah Lengkap, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor



Ali, Muhammad, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern, Pustaka Amani, Jakarta



Arifin, 1991, Filsafat Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta



Arikunto, Suharsimi, 1998, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek), Edisi Revisi IV, Rineka Cipta, Jakarta



Arikunto, Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek), Edisi Revisi V, Rineka Cipta, Jakarta



Bahreisj, Hussein, Himpunan hadits Shahih Muslim, Al Ikhlas, Surabaya



Bungin, Burhan, 2001, METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL (Format-Format Kuantitatif dan Kualitatif), Airlangga University Press, Surabaya



Daradjat, Zakiah, 1987, Islam Untuk Disiplin Ilmu Pendidikan, Bulan Bintang, Jakarta



Daradjat, Zakiah, 1995, Remaja Harapan Dan Tantangan, Ruhama, Jakarta



Daradjat, Zakiah, 1996, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta



DEPAG RI, Al-Qur'an dan Terjemahannya, Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur'an, Jakarta



DEPAG, 2003, KURIKULUM DAN HASIL BELAJAR Aqidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah, Departemen Agama, Jakarta



Depag, 2005, PANDUAN PESANTREN KILAT (Untuk Sekolah Umum), Departemen Agama RI, Jakarta



Fachruddin, Fachruddin, Irfan, Pilihan Sabda Rasul (Hadis-Hadis Pilihan), Bumi Aksara, Jakarta



Faisal, Sanapiah, Sosiologi Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya



Jalaluddin, 1996, Psikologi Agama, PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta



Jalaluddin, 2005, Psikologi Agama, edisi revisi 2005, PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta



Langgulung, Hasan, 1988, Asas-Asas Pendidikan Islam, Pustaka Al-Husna, Jakarta



LKP2M UIN Malang, 2004, LORONG (Media Pengkajian Sosial Budaya) LKP2M, Malang



Marzuki, 1983, Metodologi Riset, Fakultas Ekonomi, Yogyakarta



Qardhawi, Yusuf, Sunnah Rasul Sumber Ilmu Pengetahuan Dan Peradaban, Gema Insani Press, Jakarta



Rifai, Moh., 1994, AQIDAH AKHLAK (Untuk Madrasah Tsanawiyah Kurikulum 1994 Jilid 1 Kelas 1), CV.Wicaksana, Semarang



Sarwono, Sarlito Wirawan, 1986, Pengantar Umum Psikologi, Bulan Bintang, Jakarta



Shalahuddin, Mahfudh, 1986, Pengantar Psikologi Umum, Sinar Wijaya, Surabaya



Soetarno, R., 1989, Psikologi Sosial, Kanisius, Yogyakarta



Sukandarrumidi, 2002, METODOLOGI PENELITIAN (Petunjuk Praktis Untuk Penelitian Pemula), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta



Syaltout, Syaikh Mahmoud, 1967, Islam sebagai Aqidah dan Syari’ah (1), Bulan Bintang, Jakarta



Syihab, A., 1998, AKIDAH AHLUS SUNNAH, Bumi Aksara, Jakarta



Tadjab, Muhaimin, Mujib, Abd., 1994, Dimensi-Dimensi Studi Islam, Karya Abditama, Surabaya



Tim Dosen Agama Islam, 1995, Pendidikan Agama Islam Untuk Mahasiswa, IKIP Malang, Malang



TIM Dosen FIP-IKIP Malang, 1988, Pengantar Dasar – Dasar Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya



Umary, Barmawie, 1991, Materi Akhlak, CV. Ramadhani, Solo



Yuswiyanto, 2002, Metodologi Penelitian, Fakultas Tarbiyah UIN Malang, Malang



Zaini, Syahminan, 1983, Kuliah Aqidah Islam, Al Ikhlas, Surabaya



Zuhairini dan Ghofir, Abdul, 2004, Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah UIN Malang dengan UM Press, Malang

====================================

[1] Jalaluddin, Psikologi Agama, edisi revisi 2005 (Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2005) Hlm. 267

[2] Zuhairini dan Abdul Ghofir, Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Malang: Fakultas Tarbiyah UIN Malang dengan UM Press, 2004) Hlm. 48



[3] Depag, PANDUAN PESANTREN KILAT (Untuk Sekolah Umum) (Jakarta: Departemen Agama RI, 2005) Hlm. 73



[4] TIM Dosen FIP-IKIP Malang, Pengantar Dasar – Dasar Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional, 1988) Hlm. 7



[5] Sanapiah Faisal, Sosiologi Penididikan (Surabaya: Usaha Nasional) Hlm. 300



[6] Jalaluddin, Psikologi Agama (Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 1996) Hlm. 165



[7] Marzuki, Metodologi Riset (Yogyakarta: Fakultas Ekonomi, 1983) Hlm. 35



[8] Sukandarrumidi, METODOLOGI PENELITIAN (Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula) (Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2002) Hlm. 38



[9] Ibid, Hlm. 40



[10] Yuswiyanto, Metodologi Penelitian (Malang: Fakultas Tarbiyah UIN Malang, 2002) Hlm. 9



[11] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek), Edisi Revisi V (Jakarta: Rineka Cipta, 2002) Hlm. 108



[12] Sukandarrumidi, Op.Cit, Hlm. 47



[13] Suharsimi Arikunto, Op.Cit, Hlm. 109



[14] Ibid. Hlm. 111

Mau Makalah Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2012. Aneka Ragam Makalah - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib | Modified by Ibrahim Lubis