Aneka Ragam Makalah
Jasa Review
Mainbitcoin

Makalah Hukuman Dalam Pendidikan


Bagaimana kita memahami sebuah hukuman dalam pendidikan? Hukuman dalam belajar mengajar terkadang perlu dilakukan untuk menjaga kondisi belajar mengajar berjalan dengan baik, atau dengan tujuan-tujuan lain yang membantu pendidik. Namun sebagaimana posting sebelumnya mengenai jenis-jenis hukuman dalam pendidikan, hukuman adalah proses sadar yang dilakukan guru pada muridnya. Dalam memberikan hukuman, seorang guru tentu perlu memperhatikan berbagai aspek yang akan ditimbulkan, negatif positifnya, dan lain-lain. 

Dalam menghadapi fenomena yang sering terjadi disekolah, menghadapi anak-anak yang nakal disekolah hanya dianggap sebagai pengisi waktu saja daripada kesepian di rumah tidak ada teman. Anak-anak yang berpendapat demikian akan menjadi penghalang terhadap kemajuan belajar.

Untuk mengatasi kenakalan anak-anak disekolah adalah menjadi tugas guru atau pendidik. Pendidik dituntut untuk dapat mencegah dan berupaya untuk menumbuhkan motivasi belajar dalam diri anak agar anak mempunyai tingkat disiplin yang tinggi disekolah, dengan diterapkannya tata tat tertib sekolah dan kewajiban-kewajiban lain yang dapat meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Dalam menghadapi anak-anak didik yang tidak mentaati tata tertib dan kewajiban-kewajiban serta tugas yang diberikan guru, maka mereka dapatlah diberikan sanksi atau hukuman.

Hukuman disekolah dibuat bukan sebagai pembalasan, tetapi dibuat untuk memperbaiki anak-anak yang dihukum dan melindungi anak-anak lain dari kesalahan yang sama. Anak-anak yang sembrono dengan peraturan-peraturan dalam ruang kelas harus disingkirkan dari anak-anak yang lain, karena mereka tidak menghormati hak-hak orang banyak serta kemaslahatan mereka, dengan demikian melindungi anak-anak lain dari sifat jahatnya.

Suatu hukuman badan belum tentu menjadi alat yang mengarah untuk membasmi penyakit dan melenyapkannya, tetapi mungkin malah sebaliknya menyebabkan penyakit itu menjadi besar dan semakin berlanjutnya kesalahan. Hukuman moral dapat meningkatkan pengaruh besar dalam jiwa anak-anak jauh lebih efektif dari hukuman badan, misalnya seorang murid yang terpilih untuk mengatasi ruangan kelas, kemudian ia berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan slogan sekolahnya maka ia diberhentikan. Bentuk hukuman moral dan semacam itu mempunyyai pengaruh psikologis yang cukup besar dan ia akan berusaha bagaimana mengembalikan kepercayaan diri dari pihak teman-temannya.

Maka dari itu pendidik harus ingat, ada perbedaan antara seorang anak dengan anak lainnya, baik dari segi tabiat, kesenangan, pembawaan maupun akhlaknya, dan pendidik harus mendidik setiap muridnya dengan baik. Bila kita ingin sukses dalam mengajar, kita harus memikirkan setiap muridnya dengan memberikan hukuman. Apakah hukuman sesuai dengan kesalahan setelah kita timbang-timbang dan setelah mengetahui pula latar belakangnya, misalnya anak bersalah dan mengakui kesalahanya dan merasa pula betapa kasih sayang guru terhadapnya maka ia sendiri yang akan datang kepada guru untuk dijatuhi hukuman karena merasa ada keadilan, mengharap dikasihani, serta ketepatan hati untuk taubat dan tidak mengulangi atau kembali kepada kemaslahatan yang sama. Dengan demikian hukuman yang dilaksanakan disekolah harus bersifat perbaikan (Athiyah, 1990:158-159).

Bila hukuman bersifat perbaikan, maka hukuman dapat digunakan sebagai alat pendidikan yang mana seorang pendidik harus memperhatikan dalam menggunakan alat pendidik agar tercapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan :

Oleh karena itu pendidikan harus dibedakan bermacam-macam segi:
  • Hukuman Sebagai Alat Pendidikan Positif dan Negatif
  • Positif jika ditujukan agar anak mengerjakan sesuatu yang baik, misalnya menjaga yang baik, pembiasaan perintah, pujian dan persahabatan.
  • Negatif jika tujuannya menjaga supaya anak didik jangan mengerjakan sesuatu yang buruk, misalnya larangan, celaan, ancaman, dan hukuman.
  • Hukuman Sebagai Alat Pendidikan Preventif dan Korektif
  • Preventif jika maksudnya mencegah anak sebelum bertindak suatu yang tidak baik, misalnya pembiasaan perintah, pujian, dan ganjaran
  • Korektif jika maksudnya memperbaiki karena anak telah melanggar ketertiban atau berbuat sesuatu yang buruk, misalnya celaan, ancaman dan hukuman.
  • Hukuman Sebagai Alat Pendidikan yang Menyenangkan dan Tidak Menyenangkan Yang menyenangkan yaitu yang menimbulkan perasaan senang pada anak-anak, misalnya ganjaran, pujian. Yang tidak menyenangkan maksudnya yang menimbulkan perasaan tidak senang pada anak-anak, misalnya hukuman dan celaan (Suwarno, 1992:114).

Dari beberapa kriteria hukuman dalam pendidikan di atas, guru dituntut sangat peka pada subjek didiknya sehingga dapat memberikan hukuman yang tepat dan terhindar dari efek negatif hukuman tersebut. Karena itu, memahami lebih dalam karakter dan jenis hukuman yang akan kita berikan serta kondisi kejiwaan terdidik mutlak diperlukan seorang guru.

Referensi

Mau Makalah Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2012. Aneka Ragam Makalah - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib | Modified by Ibrahim Lubis