Aneka Ragam Makalah
Jasa Review
Mainbitcoin

Rencana Dan Strategi Menghapal Al Qur'an


RENCANA DAN STRATEGI DALAM MENGHAFALKAN AL-QUR’AN
Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Tafsir Qur’an
Yang diampu oleh Bapak Abdullah Ma’sum.S.Pd.I


Disusun Oleh
Akbar.Romadhon


FAKULTAS SYARIAH HUKUM ISLAM (AS)
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2012


Dari Nur Hasanah Melalui Email
BAB I PENDAHULUAN

Bila berbagai umat dibelahan timur dan barat merasa bangga dengan tatanan, perundang-undangan dan aturan mereka, maka kita –umat islam- merasa bangga dengan perundng-undangan dan pedoman hidup yang paling agung yakni Al-Qur’an. Kita merasa bangga dengan Al-Qur’an yang merupakan sumber kemuliaan dan kebanggaan kita, pondasi kekuatan kita, sebab-sebab kewibawaan kita, serta faktor kebahagiaan dan kelapangan kita. kepadaNyalah segala bentuk hukum dan pengaduan. Dan, dariNyalah datangnya segala bantuan dan syariat.

Salah satu barometer kemuliaan seorang muslim adalah sejauhmana ia selalu intens berinteraksi dengan Al-Qur’an. Allah telah menjanjikan kedudukan yang tinggi nan mulia bagi hamba-hambaNya yang senantiasa membaca dan menghafal kitab-Nya. Mereka kelak akan dihimpun dihari kiamat bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti, dan akan disematkan diatas kepala mereka sebuah mahkota yakut yang nilainya lebih baik dari dunia seisinya.

Menghafal Al-Qur’an bukan hanya kemampuan spesial milik mereka yang belajar dipondok-pondok tahfidz dengan sederetan metode kiat khususnya. Bukan juga milik mereka yang masih muda belia usianya, yang ingatan dan kekuatan hafalannya masih kuat. Juga, bukan hanya peluang bagi mereka yang memiliki banyak waktu luang. Tetapi siapapun kita layak untuk bisa menghafalkan Al-Qur’an.


BAB II ISI

RENCANA (PLANING)

Hidup tanpa mempunyai arah dan tujuan maka akan seperti orang buta yang sedang melangkah berjalan, maka dari itu supaya kita mempunyai tujuan yang jelas serta langkah yang pasti kita harus memprogram hidup kita mulai sejak dini, biar bagaimanapun suatu rencana atau plening itu sangat penting agar kehidupan itu terarah. Adapun rencana saya kedepan hal yang pertama adalah yang pastinya untuk lebih baik dari kemarin, tentunya untuk menjadi yang terbaik. Dan yang kedua adalah, karena ini adalah mengenai cara menghafal Al-Qur’an terutama dalam setoran rencana saya adalah paling tidak insyaallah begitu saya selesai kuliyah Al-Qur’annya juga selesai, Amiiiiin. Mudah-mudahan ‘Azam (keinginan) atau niatan tersebut terkabulkan syukur-syukur tiga tahun selesai dan bisa menjadi orang yang benar-benar hafal serta bisa menjaga hafalan tersebut (lanyah). Sehingga bermanfaat fiddin waddunya wal akhiroh.


STRATEGI DALAM MENGHAFALKAN AL-QUR’AN

Sebelum kita masuk ke strstegi dalam menghafal terlebihdahulu saya tuturkan beberapa adab dalm membaca Al-Qur’an. Ada sejumlah adab yang harus dilakukan oleh seorang muslim saat ia membaca Al-Qur’an Karim. Dengan memenuhi adab-adab membaca Al-Qur’an, maka kita akan menggapai karunia Allah. Apakah ada yang lebih menakjubkan daripada kita dengan mendapatkan karunia Ilahi yang agung ini?

Para peneliti telah merangkum sejumlah adab dalam membaca Al-Qur’an Karim, yaitu:
  1. Membersihkan mulut. Sebab, darinya keluar lafazh-lafazh Al-Qur’an. Dengan menjaga kebersihan mulut, maka akan membantu keluarnya lafazh yang benar dari makhorijul huruf-hurufnya.
  2. Isti’azdah ( meminta perlindungan kepada Allah).
  3. Tartil. Adab ini yang tertera dalam Al-Qur’an yakni, hendaknya membaca Al-Qur’an dengan tartil,
  4. Tadabbur. Yakni kita dapat mengetahui makna-makna ibroh saat kita membaca Al-Qur’an, bukan hanya sekedar hanya ingin membaca dengan cepat.
  5. Khusyuk. Orang yang paling baik bacaan Al-Qu’annya adalah orang yang apabila kita mendengar bacaannya, maka kita akan melihatnya benar-benar takut kepada Allah.

Yang selanjutnya adalah beberapa strategi saya dalam menghafalkan Al-Qur’an adalah:

a. Berniat semata untuk mencari ridho Allah SWT.
b. Menggunakan Al-Qur’an satu mushaf
c. Mencari tempat yang strategis atau tempat yang paling nyaman ketika menghafalkan.
d. Menggunakan waktu yang efektif dan benar-benar fres.
e. Suci dari hadas kecil maupun hadas besar atau berwudhu.
f. Membaca ta’awudz dan basmalah. Dan bertawassul terlebih dahulu.
g. Sebelum memulai menghafal ayat yang baru maka saya mengulang ayat yang kemaren saya hafalkan terlebih dahulu,
h. Kemudian memulai membikin hafalan baru dengan cara membaca ayat tersebut secara tartil sampai tiga kali berturut-turut, dengan sedikit memejamkan mata
i. Setelah benar-benar hafal satu ayat maka kemudian melanjutkan ke ayat berikutnya hingga bisa hafal satu lembar dalm satu hari.
j. Menyetorkan hafalan kepada pembimbing atau ustadz/h yang bisa membenarkan hafalan tatkala ada kekeliruan.
k. Qiyamullaili atau shalat malam.
l. Tentunya semua itu tidak terlepas dari karunia-Nya yang memberikan hidayah-Nya kepada kita semua.


KENDALA

Manusia tidak akan pernah terlepas dari yang namanya masalah, setiap orang pasti memiliki masalah, tinggal bagaimana kita cara menghadapi masalah tersebut. Apalagi dalam menhafalkan Al-Qur’an, tentunya banyak sekali cobaan yang datang menghampiri.

Hal yang paling terbesar yang menjadi kendala atau masalah yang selalu melintas dibenak pikiran saya adalah keraguan serta takut untuk tidak bisa menjaga hafalan yang selama ini saya hafalkan. Tidak jarang saya merasa jenuh untuk menghafalkan karena tidak bisa-bisa.

Kendala yang selanjutnya adalah faktor IQ(otak) saya yang bisa dikatakan lemah atau tidak kuat untuk menghafalkan. Kemudian yang menjadi kendala juga adalah masalah ruang dan waktu, terkadang saya belum bisa istiqomah dengan waktu yang sudah saya jadwalkan dan tidak jarang waktu itu bentrokan dengan kegiatan-kegiatan yang lainnya sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk menghafalkan jadi tersita.
Dan masih banyak lagi kendala-kenadala yang yang saya hadapi, namun, semua itu tidak akan mematahkan semangat atau ghiroh saya untuk menghafalkan Al-Qur’an yang mulia ini, dan mudah-mudahan saya selalu diberikan himmatul ‘aliyah.

SOLUSI

“Likullisyai in thorikun” setiap sesuatu itu ada jalannya, dan setiap masalah pasti ada jalan keluar atau solusinya. Namun, sampai saat ini diri saya pribadi belum menemukan solusi dari beberapa kendala yang telah saya ungkapkan diatas, sejujurnya mungkin masih ada rasa sedikit kemalasan yang melekat dalam diri saya.
Besar harapan saya dengan adanya matakuliah Tahfidzul Qur’an ini, dosen pembimbing bisa memberiakan solusi atau motivasi kepada diri saya pribadi dalam menghafalkan Al-Qur’an yang mulia ini, Sehingga untuk kedepannya saya bisa lebih giat dan semangat untuk menghafalkan kitab suci ini.


TARGET

Seperti yang sudah saya kemukakan di awal , manusia hanya bisa berkeinginan dan berusaha dan Allah lah yang menentukan semuanya, bahkan ada yang menyatakan bahwa Al-Qur’an itu adalah hadiah atau pemberian dari Allah kepada orang-orang pilihan-Nya. Toh kita juga tidak tahu siapa orang yang dipilih tersebut, apa salahnya kita mencoba untuk berusaha disertai dengan doa untuk benar-benar menghafalkan Kalamullah ini, dan mudah-mudahan kita menjadi orang yang dipilih oleh-Nya.

Disini ada beberapa target yang saya rencanakan dan insyallah untuk bisa dilaksanakan. Adapun target hariannya adalah sebagai seorang pemula yang menghafalkan Al-Qur’an untuk bisa menghafalkan satu muka atau (sa koco) dalam satu hari, syukur-syukur bisa satu lembar. Tardget bulanannya adalah satu juz beserta lancar atau lanyah. Dan akhirnya insyallah target tahunannya begitu selesai mendapat kan gelar S1 atau sarjana saya juga menyandang amanah alhafidz/h atau mendapatkan syahadah.

Itulah sekelumit target yang saya schedulkan, namun sekali lagi saya haturkan itu semua adalah sebuah keinginan atau sebuah cita-cita yang saya idam-idamkan, dan kita hanya bisa berusaha dan tidak akan terlepas dari Kekuasaan-Nya. Sayapun yakin seyakinnya sebagaimana pepatah mengatakan “ where there is a will there is a way” dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan.


BAB III PENUTUP

Al-Qur’an adalah kalamullah yang sungguh agung kemuliaannya, makanya banyak sekali riwayat atau hadis yang menyatakan tentang ganjaran bagi orang membacanya. Membaca satu huruf aja dari Al-Qur’an sudah diberi ganjaran atau pahala sepuluh kali lipat, apa lagi kita bisa menghafalkannya dan syukur-sukur bisa mengamalkan isi kandungannya.

Demikianlah sekelumit catatan tentang ‘azam serta planing dan kendala saya dalam menghafalkan Al-Qur’an, mudah-mudahan kita semua termasuk golongan yang akan mendapatkan pertolongan di hari yaumala illa dzilluh, penulis menyadari bahwa banyak sekali kekeliruan tau kesalahan dalam tulisan yang penulisa sajikan. Tentunya kritik dan saran selalu penulis harap demi membangun kehidupan yang lebih baik.



NB: Mohon Maaf Kepada Pembaca karena Makalah Ini tidak disertai Daftar Pustaka. Penulis Hanya Mengirimkan seperti yang Pembaca Lihat

Mau Makalah Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2012. Aneka Ragam Makalah - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib | Modified by Ibrahim Lubis