Aneka Ragam Makalah
Jasa Review
Mainbitcoin

Potensi Madrasah Diniyah Abad Modern


Makalah Potensi Madrasah Diniyah Abad Modern
(Menelusuri Keberadaan Madrasah Diniyah Masa Kini)


I. PENDAHULUAN

Madrasah adalah tempat pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran yang berada di bawah naungan Departemen Agama. Yang termasuk ke dalam kategori madrasah ini adalah lembaga pendidikan : Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, Mu’allimin, Mu’allimat serta Diniyah.[1]

Madrasah merupakan “isim makan” kata “darasa” dalam bahasa Arab, yang berarti “tempat duduk untuk belajar” atau popular dengan sekolah. Lembaga pendidikan Islam ini mulai tumbuh di Indonesia pada awal abad ke-20. [2]

Lahirnya lembaga ini adalah lanjutan dari system di dunia pesantren gaya lama, yang dimodifikasikan menurut model penyelenggaraan sekolah – sekolah umum dengan system klasikal. Di samping memberikan pengetahuan agama, diberikan juga pengetahuan umum sebagai pelengkap. Inilah cirri madrasah pada mula berdirinya di Indonesia sekitar akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20. Sesuai dengan falsafah Negara Indonesia, make dasar pendidikan madrasah adalah ajaran agama Islam, falsafah Negara Pancasila dan UUD 1945.[3]


II. PEMBAHASAN
Makalah Potensi Madrasah Diniyah Abad Modern

A. Pengertian Madrasah Diniyah

Madrasah Diniyah adalah suatu bentuk madrasah yang hanya mengajarkan ilmu – ilmu agama (diniyah). Madrasah ini dimaksudkan sebagai lembaga pendidikan agama yang disediakan bagi siswa yang belajar di sekolah umum.[4] Pada tahun 1910 didirikan Madrasah School (Sekolah Agama) yang dalam perkembngannya berubah menjadi Diniyah School (Madrasah Diniyah). Dan nama madrasah Diniyah inilah yang kemudian berkembang dan terkenal. 

Setelah itu Madrasah Diniyah berkembang hampir di seluruh kepulauan nusantara, baik merupakan bagian dari pesantren maupun surau, ataupun berdiri di luarnya. Pada tahun 1918 di Yogyakarta berdiri Madrasah Muhammadiyah (kweekschool Muhammadiyah) yang kemudian menjadi Madrasah Muallimin Muhammadiyah, sebagai realisasi dari cita – cita pembaharuan pendidikan Islam yang dipelopori oleh KH. Ahmad Dahlan.[5]

Di kemudian hari lembaga-lembaga pendidikan keagamaan itulah yang menjadi cikal bakal dari madrasah-madrasah formal yang berada pada jalur sekolah sekarang. Departemen Agama (dahulu Kementerian Agama) mengakui bahwa setelah Indonesia merdeka sebagian besar sekolah agama berpola madrasah diniyahlah yang berkembang menjadi madrasah-madrasah formal (Asrohah 1999:193). Dengan perubahan tersebut berubah pula status kelembagaannya, dari jalur “luar sekolah” yang dikelola penuh oleh masyarakat menjadi “sekolah” di bawah pembinaan Departemen Agama.

Meskipun demikian tercatat masih banyak pula madrasah diniyah yang mempertahankan ciri khasnya yang semula, meskipun dengan status sebagai pendidikan keagamaan luar sekolah. Pada masa yang lebih kemudian, mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 1964, tumbuh pula madrasah-madrasah diniyah tipe baru, sebagai pendidikan tambahan berjenjang bagi murid-murid sekolah umum. Madrasah diniyah itu diatur mengikuti tingkat-tingkat pendi-dikan sekolah umum.[6]

Madrasah ini terbagi Kepada tiga jenjang pendidikan :

1) Madrasah Diniyah Awaliyah untuk siswa – siswa Sekolah Dasar (4 tahun)
2) Madrasah Diniyah Wustho untuk siswa – siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (3 tahun)
3) Madrasah Diniyah ‘Ulya untuk siswa – siswi Sekolah Lanjutan Atas

Ciri – ciri Madrasah Diniyah adalah :
1) Madrasah Diniyah merupakan pelengkap dari pendidikan formal.
2) Madrasah Diniyah merupakan spesifikasi sesuai dengan kebutuhan dan tidak memerlukan syarat yang ketat serta dapat diselenggarakan dimana saja.
3) Madrasah Diniyah tidak dibagi atas jenjang atau kelas-kelas secara ketat.
4) Madrasah Diniyah dalam materinya bersifat praktis dan khusus.
5) Madrasah Diniyah waktunya relatif singkat, dan warga didiknya tidak harus sama.
6) Madrasah Diniyah mempunyai metode pengajaran yang bermacam - macam.[7]


B. Dasar Yuridis Madrasah Diniyah

Berdasarkan Undang-undang Pendidikan dan Peraturan Pemerintah. Madrasah Diniyah adalah bagian terpadu dari pendidikan nasional untuk memenuhi hasrat masyarakat tentang pendidikan agama. Madrasah Diniyah termasuk ke dalam pendidikan yang dilembagakan dan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam penguasaan terhadap pengetahuan agama Islam.[8]

Secara operasional ketentuan madrasah diniyah diatur dalam Keputusan Menteri Agama No.1 Tahun 2001 setelah lahirnya Direktorat Pendidikan Keagamaan dan Pondok pesantren yang khusus melayani pondok pesantren dan madrasah diniyah. Keberadaan madrasah diniyah dipertegas lagi dengan disahkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan terutama pasal 21 ayat 1 hingga 3 menyebutkan bahwa :

1) Pendidikan Diniyah nonformal diselenggarakan dalam bentuk pengajian kitab, majelis taklim, Pendidikan Al Qur’an, Diniyah Taklimiyah atau bentuk yang sejenis
2) Pendidikan Diniyah nonformal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berbentuk satuan pendidikan
3) Pendidikan dniyah nonformal yang berkembang menjadi satuan pendidikan wajib mendapatkan izin dari kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota setelah memenuhi ketentuan tentang persyaratan pendirian satuan pendidikan.[9]


C. Fungsi dan Tujuan Madrasah Diniyah

1. Fungsi Madrasah Diniyah

a. Menyelenggarakan pengembangan kemampuan dasar pendidikan agama Islam yang meliputi : Al Qur’an Hadist, Ibadah Fiqh, Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab.
b. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan agama Islam bagi yang memerlukan
c. Membina hubungan kerja sama dengan orang tua dan masyarakat antara lain :
  • Membantu membangun dasar yang kuat bagi pembangunan kepribadian manusia Indonesia seutuhnya.
  • Membantu mencetak warga Indonesia takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan menghargai orang lain.
d. Memberikan bimbingan dalam pelaksanaan pengalaman agama Islam
e. Melaksanakan tata usaha dan program pendidikan serta perpustakaan

Dengan demikian, madrasah Diniyah disamping berfungsi sebagai tempat mendidik dan memperdalam ilmu agama Islam juga berfungsi sebagai sarana untuk membina akhlak al karimah ( akhlak mulia) bagi anak yang kurang akan pendidikan agama Islam di sekolah – sekolah umum.[10]

2. Tujuan Madrasah Diniyah
a. Tujuan umum
1) Memiliki sikap sebagai muslim dan berakhlak mulia
2) Memiliki sikap sebagai warga Negara Indonesia yang baik
3) Memiliki kepribadian, percaya pada diri sendiri, sehat jasmani dan rohani
4) Memiliki pengetahuan pengalaman, pengetahuan, ketrampilan beribadah dan sikap terpuji yang berguna bagi pengembangan kepribadiannya.

b. Tujuan khusus
1) Tujuan khusus madrasah diniyah dalam bidang pengetahuan :
a) Memiliki pengetahuan dasar tentang agama Islam
b) Memiliki pengetahuan dasar tentang bahasa Arab sebagai alat untuk memahami ajaran agama Islam.
2) Tujuan khusus madrasah diniyah dalam bidang pengamalan :
a) Dapat mengamalkan ajaran agama Islam
b) Dapat belajar dengan cara yang baik
c) Dapat bekerjasama dengan orang lain dan dapat mengambil bagian secara aktif dalam kegiatan – kegiatan masyarakat
d) Dapat menggunakan bahasa Arab dengan baik serta dapat membaca kitab berbahasa Arab
e) Dapat memecahkan masalah berdasarkan pengalaman dan prinsip – prinsip ilmu pengetahuan yang dikuasai berdasarkan ajaran agama Islam

3) Tujuan khusus madrasah diniyah dalam bidang nilai dan sikap :

a) Berminat dan bersikap positif terhadap ilmu pengetahuan
b) Disiplin dan mematuhi peraturan yang berlaku
c) Menghargai kebudayaan nasional dan kebudayaan lainnya yang tidak bertentangan dengan agama Islam
d) Cinta terhadap agama Islam dan keinginan untuk melakukan ibadah sholat dan ibadah lainnya, serta berkeinginan untuk menyebarluaskan.[11]


D. Potensi Madrasah Diniyah di Era Modern

Peran dan fungsi madrasah diniyah dalam peningkatan mutu pendidikan Islam dan pembinaan akhlak sudah tidak bisa diingkari. Menurut Sudja’i (Kabid Pendidikan Keagamaan dan Pontren) bahwa banyak tokoh-tokoh bangsa yang namanya dikenal masyarakat seperti Muh. Natsir, Kasman Singadimejo, Hamka, Nur Ckholis Madjid, Ayumardi Azra, Kamarudin Hidayat, Gusdur, dan banyak lagi adalah berlatang Madrasah Diniyah. Madrasah Diniyah yang memperkenalkan mereka tentang bacaan Al-Qur’an, Hadits, Fiqh dan Akhlak Islam. Ternyata peran madrasah diniyah sebagai Lembaga Pendidikan Islam, telah mengantarkan genersai muda Islam menjadi generasi terdidik dan bermoral. Apalagi madrasah diniyah sekarang ini telah berkembang lebih maju.

Madrasah memiliki poin penting untuk diusung sebagai kekuatan dalam menggalang kembali kepercayaan diri bangsa ini untuk mandiri dengan ide-ide dasar kehidupan bangsa yang memang telah dan pernah kita miliki, spritualitas yang termanifestasi dalam prikehidupan sosial dan kemasyarakatan dan tetap menghargai konteks kemajemukan yang kita miliki. Ada beberapa hal yang penting untuk dicatat sebagai potensi ideal yang masih dimiliki oleh madrasah diniyah misalnya, pertama, berangkat dari kebutuhan masyarakat, dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat serta selalu bergerak dinamis dalam konteks kemasyarakatannya, artinya integritas ideologis madrasah diniyah betul-betul merepresentasikan sebagai gerakan kemasyarakatan yang masih relatif murni dan terlepas dari kepentingan-kepentingan lain seperti ekonomi dan politik misalnya. Kedua, semua itu terjadi karena orisinalitas ide madrasah diniyah yang memang berakar kuat secara historis pada masyarakat, dan ketiga, keberpihakan pada masyarakat lemah masih dominan dalam visi kemasyarakatan madrasah, sistem administrasi yang meskipun kurang profesional namun sangat toleran terhadap kondisi ekonomi masyarakatnya, SPP yang ringan atau mungkin tidak ada sama sekali (prinsip keikhlasan).

Beberapa poin diatas cukuplah untuk kita menyimpulkan bahwa di tengah modernitas kehidupan bangsa kita ada kerinduan pada hilangnya norma-norma yang menjadi pedoman hidup kita di masa lalu, spiritualitas moralitas dan kerukunan adalah tiga landasan hidup yang mulai memudar dan sering menjadi bencana sosial di lingkungan masyarakat. Dengan mengembalikan ketiga nilai tersebut melalui langkah strategis berupa penguatan internal kelembagaan madrasah semoga kita bisa kembali meraih apa yang telah hilang dari kesadaran kita dan menjadikannya sebagai karakter pribadi bangsa Indonesia yang moralis, mandiri dan dengan kualifikasi Imtaq dan Iptek sesuai dengan slogan yang selalu kita suarakan.

Madrasah adalah bagian dari asset bangsa yang secara regional maupun nasional telah menunjukkan perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan peran madrasah begitu besar dalam memotivasi semangat para pejuang kemerdekaan pada masa itu. Untuk itu, dalam kondisi apapun madrasah perlu dipertahankan. [12]


DAFTAR PUSTAKA
  • Ridlwan Nasir, Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010
  • Hasbullah, Kapita Selekta Pendidikan Islam, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1999
  • Ciyarti, Peran Madrasah Diniyah Nurul Anam dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Desa Kranji Kecamatan Kedungwuni Pekalongan,, Semarang : IAIN Walisongo Semarang, 2009
  • Abdurrahman Mas’ud, dkk, Dinamika Pesantren dan Madrasah, Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang dan Pustaka Pelajar, 2002
____________________
[1] Ridlwan Nasir, Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010,
[2] Hasbullah, Kapita Selekta Pendidikan Islam, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1999, hlm. 61
[3] Ridlwan Nasir, ibid, hlm. 90
[4]ibid, hlm. 95
[5] Hasbullah, ibid, hlm. 69
[6] http://aliyahcijulang.wordpress.com/2010/04/08/makalah-diniyah/
[7] http://aliyahcijulang.wordpress.com/2010/04/08/makalah-diniyah/
[8] http://aliyahcijulang.wordpress.com/2010/04/08/makalah-diniyah/
[9] Ciyarti, Peran Madrasah Diniyah Nurul Anam dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Desa Kranji Kecamatan Kedungwuni Pekalongan,, Semarang : IAIN Walisongo Semarang, 2009, hlm. 30
[10] Ibid, hlm. 32
[11] Ibid, hlm. 32
[12] Abdurrahman Mas’ud, dkk, Dinamika Pesantren dan Madrasah, Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang dan Pustaka Pelajar, 2002, hlm. 257

Mau Makalah Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2012. Aneka Ragam Makalah - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib | Modified by Ibrahim Lubis