Aneka Ragam Makalah
Jasa Review
Mainbitcoin

Pendidikan Seumur Hidup


Makalah Pendidikan Seumur Hidup


BAB I 
PENDAHULUAN

Pendidikan seumur hidup, sebenarnya sudah sejak lama dipikirkan oleh pakar pendidik dari zaman ke zaman. Di dalam GBHN 1978, dinyatakan bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Prinsip ini mengartikan bahwa sekolah bukanlah satu-satunya masa bagi setiap orang untuk belajar, melainkan hanya sebagian dari waktu belajar yang akan berlangsung seumur hidup.

Konsep pendidikan seumur hidup merumuskan suatu asas bahwa pendidikan adalah suatu proses yang terus-menerus (kontinyu) dari bayi sampai meninggal dunia. Konsep ini sesuai dengan konsep agama Islam seperti yang tercantum dalam hadits Nabi Muhammad SAW, yang menganjurkan belajar mulai dari buaian sampai ke liang kubur. Proses pendidikan ini mencakup bentuk-benuk belajar secara informal maupun formal, baik yang berlangsug dalam keluarga, sekolah dalam pekejaan dan kehidupan masyarakat.


Dalam undang-undang no. 2 tahun 1989, penegasan tentang pendidikan seumur hidup dikemukakan. Dalam pasal 10 ayat (1) yang berbunyi “penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan diluar sekolah”. Pendidikan adalah modal utama yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Dengan pendidikan akan meninggikan manusia dan merendahkan manusia yang lain, manusia akan dianggap berharga bila memiliki pendidikan yang berguna bagi sesamanya.

Masa dari pendidikan sangatlah panjang, banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan itu berlangsung hanya disekolah saja, tetapi dalam kenyataanya pendidikan berlangsung seumur hidup melalui pengalaman-pengalaman yang dijalani dalam kehidupanya. Islam juga menekankan pentingnya pendidikan seumur hidup.



BAB II. PEMBAHASAN
Makalah Pendidikan Seumur Hidup


A. Pengertian dan Tujuan Pendidikan Seumur Hidup

Pendidikan seumur hidup adalah suatu konsep, suatu idea. Gagasan pokok dalam konsep ini ialah bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung selama seorang berlajar di lembaga-lembaga pendidikan formal, bahwa seseorang masih dapat memperoleh pendidikan kalau ia mau setelah ia selesai menjalani pendidikan formal. Ditekankan pula dalam konsep ini, bahwa pendidikan, dalam arti kata yang sebenarnya, adalah sesuatu yang berlangsung terus sepanjang kehidupan seseorang.

Hidup (life) mempunyai tiga komponen yang saling berhubungan satu dengan lainnya, yaitu (1) individu, (2) masyarakat, dan (3) lingkungan fisik. Perjalanan manusia seumur hidup (lifelong) mengandung perkembangan dan perubahan yang mencakup tiga komponen, yaitu (1) tahap-tahap perkembangan individu (masa balita, masa kanak-kanak, masa sekolah, masa remaja, dan masa dewasa), (2) peranan-peranan sosial yang umum dan unik dalam kehidupan, yang berbeda-beda di setiap lingkungan hidup, dan (3) aspek-aspek perkembangan kepribadian (fisik, mental, sosial, dan emosional).

Adapun tujuan untuk pendidikan manusia seutuhnya dan seumur hidup ialah sebagai berikut:
  1. Mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembawaannya seoptimal mungkin.
  2. Dengan mengingat proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat hidup dan dinamis, maka pendidikan wajar berlangsung selama manusia hidup.

B. Konsep Pendidikan Seumur Hidup

Konsep pendidikan seumur hidup, sebenarnya sudah sejak lama dipikirkan oleh para pakar pendidikan dari zaman ke zaman. Apalagi bagi umat Islam, jauh sebelum orang-orang Barat mengangkatnya, Islam sudah mengenal pendidikan seumur hidup, sebagaimana dinyatakan oleh Hadis Nabi Muhammad Saw. Yang berbunyi:

اَطْلُبُ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

“Tuntutlah ilmu dari buaian sampai meninggal dunia”.

Konsep tersebut menjadi aktual kembali terutama dengan terbitnya buku An Introduction to Lifelong Education, pada tahun 1970 karya Paul Lengrand, yang dikembangkan lebih lanjut oleh UNESCO.

Asas pendidikan seumur hidup itu merumuskan suatu asas bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinu, yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Proses pendidikan ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara informal maupun formal baik yang berlangsung dalam keluarga, di sekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat. Untuk Indonesia sendiri, konsepsi pendidikan seumur hidup baru mulai dimasyarakatkan melalui kebijaksanaan Negara (TAP MPR NO.IV/MPR/1973jo.TAP NO.IV/MPR/1978 tentang GBHN) yang menetapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional.

Adapun konsep-konsep kunci pendidikan seumur hidup ada 4, yaitu:

1. Konsep pendidikan seumur hidup itu sendiri

Sebagai suatu konsep, maka pendidikan seumur hidup diartikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman-pengalaman pendidikan.

2. Konsep belajar seumur hidup

Dalam pendidikan seumur hidup berarti pelajar belajar karena respon terhadap keinginan yang didasari untuk belajar dan angan-angan pendidikan menyediakan kondisi-kondisi yang membantu belajar.

3. Konsep pelajar seumur hidup

Pelajar seumur hidup dimaksudkan adalah orang-orang yang sadar tentang diri mereka sebagai pelajar seumur hidup. Melihat belajar baru sebagai cara yang logis untuk mengatasi problema dan terdorong tinggi sekali untuk belajar diseluruh tingkat usia dan menerima tantangan dan perubahan seumur hidup sebagai pemberi kesempatan untuk belajar baru.

4. Kurikulum yang membantu pendidikan seumur hidup

Kurikulum, dalam hubungan ini didesain atas dasar prinsip pendidikan seumur hidup betul-betul telah menghasilkan pelajar seumur hidup yang secara berurutan melaksanakan belajar seumur hidup.


C. Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup pada Program-program Pendidikan

Penerapan konsep pendidikan seumur hidup dalam dunia pendidikan, sebagaimana yang dikemukakan oleh Guruge (dalam Ihsan, 2005:48), berimplikasi pada 6 jenis program pendidikan, antara lain pendidikan baca tulis fungsional, pendidikan vokasional, pendidikan profesional, pendidikan ke arah perubahan dan pembangunan serta pendidikan kultural dan pengisian waktu luang.

1. Pendidikan Baca Tulis Fungsional

Dari segi implementasinya, program baca tulis merupakan cara paling murah dan praktis untuk mendapatkan dan menyebarkan pengetahuan. Berbagai pengetahuan baru dapat diperoleh dari bahan bacaan. Namun, kemampuan baca tulis hanya bisa berarti bila dapat ditunjang dengan ketersediaan bahan-bahan bacaaan.

Ihsan (2005: 49) menyatakan bahwa ada dua hal yang menjadi realisasi dari program baca tulis fungsional, yaitu: a) memberikan kecakapan membaca-menulis-menghitung yang fungsional bagi anak didik, b) menyediakan bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimiliki.

2. Pendidikan Vokasional

Program pendidikan vokasional merupakan salah satu program yang penting dalam rangka pendidikan seumur hidup, khususnya Indonesia. Sebagaimana negara berkembang pada umumnya, sistem pendidikan yang sudah diterapkan kini sebagian besar diambil dari negara Barat. Akibatnya, output pendidikan sekolah pada umumnya menjadi kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang berada dalam taraf pembangunan diri (Ihsan, 2005:50). Dari sinilah kemudian pendidikan vokasional hadir untuk memberikan bekal kepada para peserta didik agar menjadi tenaga kerja yang produktif.

3. Pendidikan Profesional

Pendidikan professional diciptakan untuk mewadahi kebutuhan kaum professional yang harus selalu bisa mengikuti kemajuan dan perubahan. Sebagai bentuk perwujudannya, muncullah sebuah konsep built in mechanism yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan yang berkaitan dengan kinerja mereka, seperti halnya metodologi, perlengkapan, sikap yang professional, dan lain-lain (Ihsan, 2001: 50). Dengan demikian, golongan professional akan mampu menghadapi berbagai macam tantangan yang ada.

4. Pendidikan Kewarganegaraan dan Kedewasaan Politik

Baik warga negara maupun para pemimpin masyarakat sangat membutuhkan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik, karena pendidikan ini mempunyai peranan yang krusial dalam mencapai sebuah kehidupan bernegara yang demokratis sebagaimana mestinya.

5. Pendidikan Kultural dan Pengisian Waktu Luang

Seseorang yang disebut educated man harus memahami dan menghargai sejarah, kesusastraan, agama, filsafat hidup, seni dan musik bangsa sendiri. Pengetahuan tersebut di samping memperkaya khasanah hidupnya, juga memungkinkan untuk mengisi waktu luang yang lebih menyenangkan.

Selain itu, konsep pendidikan seumur hidup juga berimplikasi pada sasaran pendidikan, yang terbagi dalam 6 kategori, yaitu para buruh dan tani, golongan remaja yang terganggu pendidikan sekolahnya, pekerja berketerampilan, golongan teknisian dan profesional, pemimpin dalam masyarakat, dan anggota masyarakat yang sudah tua.

Implikasai di sini diartikan sebagai akibat langsung atau konsekuensi dari suatu keputusan. Maksudnya adalah sesuatu yang merupakan tindak lanjut atau follow up suatu kebijakan atau keputusan tentang pelaksanaan pendidikan seumur hidup. Implikaasi pendidikan seumur hidup pada program pendidikan, sebagaimana yang dikemukakan oleh Ananda W.P. Guruge dalam bukunya Toward Better Educatinal Management, dapat dikelompokan menjadi bebarapa kategori berikut:


1) Pendidikan Baca Tulis Fungsional

Baca tulis fungsional memuat dua hal, yaitu:
  • Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung (3M) yang fungsional bagi anak didik.
  • Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya tersebut.

2) Pendidikan Vokasional

Pendidikan vokasional sebagai program pendidikan diluar sekolah bagi anak diluar batas usia sekolah, atau sebagai program pendidikan formal dan non formal dalam rangka apprentice ship training, merupakan salah satu program penting dalam rangka pendidikan seumur hidup.

3) Pendidikan Profesional

Sebagai realisasi pendidikan seumur hidup, dalam tiap-tiap profesi hendaknya telah tercipta built in mechanism yang memungkinkan golongan profesional terus mengikuti berbagai kemajuan dan perubahan menyangkut metodologi, perlengkapan, terminologi, dan sikap profesionalnya.

Sebab bagaimanapun apa yang berlaku bagi pekerja dan buruh, berlaku pula bagi profesional, bahkan tantangan buat mereka lebih besar.

4) Pendidikan ke Arah Perubahan dan Pembangunan

Diakui bahwa era globalisasi dan informasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan iptek telah memengaruhi berbagai dimensi kehidupan masyarakat, dari cara memasak yang serba menggunakan mekanik dan elektronik, sampai dengan cara menerobos angkasa luar. Kenyataan ini tentu saja konsekuensinya menuntut pendidikan yang berlangsung secara continue (life long education).

Pendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampu mengikuti perubahan social dan pembangunan juga merupakan konsekuensi penting dari asas pendidikan seumur hidup.

5) Pendidikan Kewarganegaraan dan Kedewasaan Politik

Di samping tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dalam kondisi sekarang di mana pola pikir masyarakat semakin maju dan kritis, baik rakyat biasa maupun pemimpin pemerintahan di negara yang demokratis, diperlukan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik bagi setiap warga negara. Pendidikan seumur hidup yang bersifat continue dalam konteks ini merupakan konsekuensinya.

6) Pendidikan Kultural dan Pengisian Waktu Senggang

Orang-orang terpelajar diharapkan mampu memahami dan menghargai nilai-nilai agama, sejarah, kesusastraan, filsafat hidup, seni, dan music bangsanya sendiri. Pengetahuan tersebut dapat memperkaya hidupnya, terutama segi pengalaman yang memungkinkannya untuk mengisi waktu senggangnya dengan menyenangkan. Oleh karena itu, pendidikan cultural dan pengisian waktu senggang secara konstruktif akan merupakan bagian penting dari life long education.

Sementara itu implikasi konsep life long education ini pada sasaran pendidikan, juga diklasifikasikan dalam enam kategori, yaitu:

a. Para buruh dan petani.
b. Golongan remaja yang terganggu pendidikan sekolahnya.
c. Para pekerja yang berketerampilan.
d. Golongan teknisi dan professional.
e. Para pemimpin dalam masyarakat.
f. Golongan masyarakat yang sudah tua.


D. Kepentingan Pendidikan Seumur Hidup

Pendidikan memiliki implikasi ekonomi yang menyenangkan, alternatif dalam menghadapi struktur sosial yang cenderung selalu berubah. Ada beberapa hal yang diperlukan dalam pendidikan yaitu:

1. Pertimbangan ekonomi

Pendidikan seumur hidup dapat memberikan banyak manfaat secara ekonomi, baik dalam meningkatkan produktivitas pekerja dan keuntungan, maupun meningkatkan kualitas hidup serta melepaskan diri dari kebodohan, kemiskinan dan eksplorasi.

2. Keadilan

Pendidikan seumur hidup dalam konteks keadlian dapat memperkecil peranan sekolah sebagai alat untuk melestarikan ketidakadilan.

3. Faktor peranan keluarga

Selama ini, keluarga adalah inti dari sumber pendidikan. Dengan adanya pendidikan seumur hidup, tugas-tugas yang selama ini menjadi tanggungjawab keluarga dapat menjadi lebih ringan sebab sistem pendidikan yang semakin diperluas sehingga dapat menjangkau anak-anak dan orang dewasa sekaligus.

4. Faktor perubahan peranan sosial

Dari segi peranan sosial, pendidikan seumur hidup dapat mempermudah individu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan hubungan yang terjadi dengan orang lain.

5. Perubahan teknologi

Kemajuan teknologi dari waktu ke waktu menyebabkan kerenggangan dan keterasingan manusia dengan sesamanya. Hal ini dapat dikurangi dengan adanya pendidikan seumur hidup.

6. Factor vokasional

Pendidikan vokasional atau kejuruan diciptakan agar setiap individu dapat menjadi seorang tenaga kerja yang handal, terampil dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.


E. Pendidikan Seumur Hidup dalam Berbagai Perspektif

1. Tinjauan Ideologis

Pendidikan seumur hidup atau long life education akan memungkinkan seseorang mengembangkan potensinya sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Pada dasarnya semua manusia dilahirkan ke dunia mempunyai hak yang sama, khususnya hak untuk mendapatkan pendidikan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilannya (skill).

2. Tinjauan Ekonomis

Pendidikan seumur hidup dalam konteks ini memungkinkan seseorang untuk:

a. Meningkatkan produktivitasnya.
b. Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber yang dimilikinya.
c. Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang lebih sehat dan menyenangkan.
d. Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya secara tepat sehingga peranan pendidikan keluarga menjadi sangat penting dan besar artinya.

3. Tinjauan Sosiologis

Pada umumnya di negara-negara sedang berkembang ditemukan masih banyak orang tua yang kurang menyadari akan pentingnya pendidikan formal bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, anak-anak mereka yang kurang mendapatkan pendidikan formal, putus sekolah, dan atau tidak bersekolah sama sekali. Dengan demikian, pendidikan seumur hidup kepada orang tua akan merupakan solusi dari masalah tersebut.

4. Tinjauan Filosofis

Negara-negara demokrasi menginginkan seluruh rakyatnya menyadari pentingnya hak memilih dan memahami fungsi pemerintah, DPR, DPD, dan sebagainya. Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan perlu diberikan kepada setiap orang. Hal ini menjadi tugas pendidikan seumur hidup.

5. Tinjauan Teknologis

Di era globalisasi seperti sekarang ini, tampaknya dunia dilanda oleh eksplosi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan berbagai produk yang dihasilkannya. Semua orang, tidak terkecuali para pendidik, sarjana, pemimpin dan sebagainya dituntut selalu memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya, seperti apa yang terjadi di negara-negara maju.

6. Tinjauan Psikologis dan Paedagogis

Pendidikan pada dasarnya dipandang sebagai pelayanan untuk membantu pengembangan personal sepanjang hidup, dalam istilah yang lebih luas yaitu development. Konseptualisasi pendidikan seumur hidup merupakan alat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup agar lebih bernilai bagi masyarakat.


F. Strategi Pendidikan Seumur Hidup

Dalam pendidikan seumur hidup, ada 4 macam konsep kunci yang dikenal, antara lain:

a) Konsep pendidikan seumur hidup itu sendiri

Pendidikan seumur hidup adalah sebuah ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman hidup dengan menerapkan sebuah sistem pendidikan yang meliputi seluruh rentang usia.

b) Konsep belajar seumur hidup

Istilah belajar ini merupakan kegiatan meskipun tidak ada organisasi sekolah.

c) Metode belajar seumur hidup

Keberadaan sistem pendidikan berfungsi untuk membantu orang-orang dalam belajar beradaptasi dengan lingkungan mereka sepanjang hayat.

d) Kurikulum yang membantu pendidikan seumur hidup

Konsep pendidikan seumur hidup membutuhkan sebuah kurikulum yang praktis sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dan prinsip pendidikan seumur hidup dapat diimplementasikan.


G. Arah Pendidikan Seumur Hidup

Yusuf (dalam Ihsan, 2005: 47) menerangkan bahwa arah pendidikan seumur hidup terbagi menjadi dua, yaitu:

a) Pendidikan seumur hidup pada orang dewasa

Sebagai generasi penerus, para pemuda ataupun dewasa membuuhkan pendidikan seumur hidup untuk memenuhi kebutuhan ‘self interest’ mereka, seperti kebutuhan baca tulis dan latihan keterampilan.

b) Pendidikan seumur hidup bagi anak

Pendidikan seumur hidup bagi anak merupakan sisi lain ang perlu memperoleh perhatian dan pemenuhan. Pengetahuan dan kemampuan anak memberikan peluang yang lebih besar bagi pembangunan di masa depan. Proses pendidikan seumur hidup bagi anak menenekankan pada metodologi agar motivasi, kunci dan kepribadian belajar dapat tertanam dengan kuat dalam diri anak.



DAFTAR PUSTAKA
  • Bukhori, Mochtar, Pendidikan dalam Pembangunan, Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya, 1994.
  • Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005.
  • Ihsan, Fuad, Dasar-dasar Kependidikan, Jakarta; Rineka Cipta, 2008.
  • Mudyahardjo, Redja, Filsafat Ilmu Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.
  • Ihsan, Fuad. 2005. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
  • Hasbullah, 2001. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Mau Makalah Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2012. Aneka Ragam Makalah - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib | Modified by Ibrahim Lubis