Aneka Ragam Makalah
Jasa Review
Mainbitcoin

Cara Perawat Dalam Merawat Pasien HIV AIDS


Makalah Pengalaman Perawat Dalam Merawat Pasien Hiv/Aids Di Rumah Sakit
Oleh: Vinokio Sri Hanida


Pengertian  AIDS

Acquired immune deficiency syindrome (AIDS) merupakan penyakit menular dengan angka kematian yang tinggi dan dapat menjangkiti semua lapisan masyarakat mulai dari bayi sampai dewasa baik laki-laki maupun perempuan.1 Di Indonesia sejak tahun 1987 perkembangan jumlah kasus AIDS maupun human immunodeficiency virrus (HIV) positif cenderung meningkat setiap tahunnya. Menurut Departemen kesehatan Pepublik Indonesia sejak maret 2008 ada sebanyak 12 ribu orang penderita di Indonesia.2 Secara opidemiologi dikenal fenomena gunung es, artinya bila ada satu kasus yang tercatat maka diasumsikan terdapat 200 kasus yang sama yang tidak tercatat. Hal ini merupakan ancaman yang serius bagi upaya pembangunan kesehatan dalam mencapai visi Indonesia sehat 2010.

Di Jawa Tengah yang dilaporkan oleh rumah sakit dan dinas kesehatan se Jawa Tengah tercatat hingga Juli 2009 ada 2017 kasus, penderita HIV ini telah tersebar di kota-kota kabupaten se Jawa Tengah, salah satunya di kabupaten Kudus.3 Kudus sebagai salah satu kota industri tidak menutup kemungkinan menambah resiko jumlah penderita HIV dikarenakan banyaknya pendatang. Masalah yang serius ini tidak dapat dipisahkan dari sarana kesehatan (rumah sakit) setempat yang ada. Dari setiap kasus HIV yang masuk rumah sakit sebagian besar perlu rawat inap.1 Disini perawat memegang peran yang sangat besar karena perawatlah yang bersama pasien selama 24 jam, yang selalu memonitor kondisi pasien tersebut selama masa perawatan sampai dengan pasien tersebut diperbolehkan pulang..


Rumah Sakit

Rumah Sakit Mardi Rahayu adalah salah satu rumah sakit swasta yang ada di kudus yang turut berperan dalam pelayanan kesehatan yang mempunyai misi “Menjadi Rumah Sakit Pilihan Utama Berdasarkan Kasih di Jawa Tengah”. Di rumah sakit ini jumlah tenaga perawat merupakan tenaga terbanyak diantara tenaga kesehatan yang lainnya, dan sebagai ujung tombak pelayanan keperawatan. Data yang diperoleh dari Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus tentang jumlah penderita HIV/AIDS yang menjalani rawat inap pada periode bulan Januari sampai dengan Agustus 2009 ada 13 orang penderita, dari penderita tersebut sebagian besar dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi Semarang, dan mulai bulan Agustus 2009 RS Mardi Rahayu Kudus sudah mulai merawat 2 orang pasien dengan kasus HIV/AIDS.


Cara Merawat Pasien  HIV/AIDS

Merawat pasien dengan kasus HIV/AIDS ini merupakan suatu pengalaman baru bagi setiap tenaga kesehatan di rumah sakit ini, khususnya perawat karena perawatlah yang berhubungan langsung setiap hari selama masa perawatan. Pekerjaan perawat merupakan pekerjaan yang beresiko kontak dengan darah, cairan tubuh pasien, tertusuk jarum suntik bekas pasien, dan bahaya-bahaya lain yang dapat menjadi media penularan penyakit.

Mengingat sangat besarnya bahaya penularan ini perawat juga sangat berperan penting khususnya dalam hal pencegahan penularan baik kepada pasien lain maupun pada dirinya sendiri, yaitu dengan bekerja secara hati-hati dan penerapan standar pencegahan umum sangatlah penting. Dari latar belakang tersebut telah dilakukan suatu riset keperawatan yang dilakukan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus pada tanggal 17 – 18 desrmber 2009 dengan judul Pengalaman perawat Dalam Merawat Pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus.


Tujuan

Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui sikap perawat, cara perawatan, perasaan perawat, cara pencegahan penularan, dan kendala/masalah yang dihadapi selama merawat pasien HIV/AIDS. Riret ini diharapkan berguna bagi peningkatan mutu pelayanan keperawatan terhadap pasien HIV/AIDS, menambah pengetahuan dengan pengalaman nyata merawat pasien HIV/AIDS, dan sebagai pertimbangan untuk penelitian lebih lanjut.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dimana penelitian ini dilaksanakan untuk menjelaskan dan mendorong pemahaman tentang pengalaman manusia dalam aneka bentuk dan penelitian ini merupakan pendekatan yang sistematis dan subjektif yang digunakan untuk menjelaskan pengalaman hidup dan memberikan makna atasnya.10 Penelitian kualitatif memanfaatkan wawancara baik tertutup maupun terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan dan perilaku individu dan sekelompok orang.11

Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi yaitu pendekatan yang didasari atas pandangan dan asumsi bahwa pengalaman manusia diperoleh melalui hasil interprestasi.11 Populasi dari penelitian ini adalah semua perawat yang pernah merawat pasien dengan HIV/AIDS yang bertugas diruang internis Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, dalampenelitian ini menggunakan 4 partisipan yang telah memenuhi kriteria, alat yang digunakan dalam pengumpulan data untuk penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri dan instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara dan dibantu dengan alat tulis, buku catatan , tape recorder serta mengacu pada pokok pertanyaan yang akan menjadi tujuan dalam penelitian. 13

Didalam riset sangat memperhatikan etika karena subyeknya adalah manisia dan etika yang diperhatikan meliputi: informed consent atau lembar persetujuan, anonymity dengan tidak memberikan nama, dan kerahasiaan.

Hasil dari iset ini ada enam tema yaitu: perasaan perawat pada pasien HIV/AIDS, perilaku perawat pada pasien HIV/AIDS, pengetahuan merawat pasien HIV/AIDS, pencegahan penularan HIV/AIDS, kendala dalam merawat pasien HIV/AIDS, dan penanganan masalah dalam merawat pasien HIV/AIDS, dimana perasaan perawat sebagian besar takut terhadap pasien HIV/AIDS, untuk perilaku sebagian besar juga menghindar, pengetahuan perawat sudah mengetahui akan prinsip dasarnya, perawat sudah melaksanakan prinsip pencegahan penularan, kendala yang ada kurang ketersedian alat pendukung perawatan, dan belum adanya pelatihan khusus tentang HIV/AIDS, sedangkan untuk penanganan masalah perawat mampu mengatasi secara mandiri dan berkolaburasi.

Hasil yang telah diuraikan diatas diharapkan dapat memacu perawat untuk selalu meningkatkan pengetahuannya dan dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadahi dapat melaksanakan asuhan keperawatan yang lebih baik.


DAFTAR PUSTAKA
  • Brunner dan Suddarth. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC. 2002
  • Jumlah penderita HIV/AIDS. 16 November 2007 diakses dari http://www.depkes.go.id
  • Pengaruh Pengalaman terhadap peningkatan keahlian. auditor oleh Dwi Ananing T. Fakultas Ekonomi UI Yogyakarta. 2006
  • Knoers dan Haditono. Psikologi perkembangan. Pengantar dalam berbagai bagiannya , Cetakan ke – 12 Universitas Gajah Mada Yogyakarta
  • Ali Zaidin. H. Dasar – Dasar Keperawatan Profesional. Jakarta. Widya medika. 2002
  • Tjokronegoro Arjatmo. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta FKUI. 2001
  • Mansjoer Arif. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga Jilid Pertama Yakarta. FKUI. 2001
  • Danim sudarwan. Riset Keperawatan Sejarah dan Metodologi. Jakarta: EGC. 2003
  • Danim Sudarwan. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung.Cetakan 1. CV Pustaka Setia. 2002
  • Amir D.S.F. Bunga Rampai Hukum Kesehatan. Jakarta. Widya Medika. 1999
  • Moeloeng.L.J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT Remaja Rodakarya . 2001.
  • Aziz Alimul. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta. Salemba medika. 2003
  • Sugiyono . Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R & D.Bandung. cetakan ke 7. CV Alfabeta. 2008
  • Serbaguna.B.S. Sumber Daya Manusia Rumah Sakit. Surakarta. Konsorsium Rumah Sakit Ilam Jateng-DIY. 2003

Mau Makalah Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2012. Aneka Ragam Makalah - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib | Modified by Ibrahim Lubis