Aneka Ragam Makalah
Jasa Review
Mainbitcoin

FootNote2


Silahkan Sobat Lihat Footnote di bawah ini sesuai dengan judul Makalah yang dilihat. jika teman kesulitan silahkan tekan ctrl + F untuk memudahkan pencarian. silahkan tinggalkan kritik dan saran di kkolom komentar


Manajemen Lembaga dan Manajemen Pembelajaran
  • [1]www.Google.Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Jalan R.S. Fatmawati, Cipete - PO.BOX 12001, Jakarta Selatan
  • 2]Dalam literatur Arab, selain istilah tarbiyah juga terdapat istilah-istilah ta’dib, ta’lim, tadris, tadzkiyah dan tadzkirah. Secara keseluruhan, semua istilah tersebut menghimpun seluruh kegiatan yang terdapat dalam pendidikan, yaitu membina, memelihara, mengajarkan, menyucikan jiwa dan mengingatkan manusia terhadap hal-hal yang baik. Lebih lanjut lihat Abuddin Nata, Manajemen Pendidikan Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: Prenada Media, 2003), h. 9.
  • [3]Syaiful Sagala,manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan:Membuka rungan kreativitas, inovasi dan perdayaan potensi sekolah dalam system otonomi sekolah(Bandung:ALPABETA, 2006),h.48
  • [4]Ibid,h.50
  • [5]Ibid. www.depdiknas.go.id

  • [6]Ivor K. Davies,Pengelolaan Belajar: Seri Pustaka Teknologi Pendidikan No.8 (Jakarta: Rajwali Pers, 1986),h.35-36
  • [7]Harjanto,Perencanaan pengajaran: Komponen MKDK Materi Disesuaikan dengan Silabi Kurikulum Nasional IAIN(Jakarta:rineka Cipta, 2005),h.17.Kebijakan yang ditetapakan tersebut meliputi (a) Jumlah orang yang perlu mendapatkan layanan dlam merencanakan syarat-syarat kualitatifnya (b) Jumlah dan besarnya lembaga atau program yang diperlukan; (c) Jumlah, kompensasi dan syarat pekerjaan dari seorang yang akan mengorganisasikan dan melaksanakan rencana tersebut (d) jumlah dan kualitas bahan, sarana dan alat-alat yang diperlukan (e)Jumlah dan kulaitas mobilier dan alat-alat lainnya (f)jumlah dana yang perlukan untuk haji, upah dan beasiswa (g) jumlah dan kualitas laying pendukung dan sebagaimanya. Pada tahap ini, perencanaan baru pada tiap tahap investarisasi sumber manusia dan material yang diperlukan untuk melaksanakan kebijakan yang ada. Dalam perhitungan biaya, berdasarkan data biaya tahun sebelumnya, tiap butir kebutuhan dihitung biayanya dengan memperhitungkan fluktuasi kerja. Jika perhitungan biaya telah selesai, perencanaan dapat mengetahui, jumlah keseluhan biaya yang dibutuhkan untuk keseluruhan program. Penentuan target, merupakan aktivitas perencanaan untuk mengkaji dan meneliti kebutuhan yang telah diidentifikasikan dan menetapkan prioritas program serta menetapkan tingkat pencapaian yang realistic dari tujuan yang ditetapkan
  • [8]Tayar Yusuf dan Syaiful Anwat,Metodologi Mengajar Agama dan Bahasa Arab(Jakarta:Raja Grafindo Persada, 1995),41-58. (6) Metode Tanya jawad yaitu : suatu cara menyamapaikan materi pelajaran dengan jalan guru mengajukan suatu pertanyan-pertanyaan kepada siswa untuk dijawab atau siswa boleh memberikan pertanyaan kepada siswa lainnya dan guru akan mengarahkannya apabila pertanyaan tidak tepat sasaran. (7) Metode Latihan siap (drill) pengertiannya sering dikacaukan dengan istilah "ulangan". Padahal maksudnya keduanya berbeda. Latihan siap simaksudkan agar pengetahuan kecakapan siswa tertentu dapat menjadi miliknya dan betul-betul dikuasai oleh siswa. (8)Metode pemberian tugas (resitasi) yaitu siswa mengutip atau mengambil sendiri bagian-bagian pelajaran itu dari buku-buku tertentu, kemudian siswa belajar dan berlatih sendiri sampai siswa menyelesaikan tugasnya. Metode ini sering dikenal dengan istilah PR (pekerjaan rumah) (9) Sistem regu (team teaching) yaitu cara menyajikan bahan pelajaran dimana dua orang guru atau lebih bekerjasama untuk mengajar suatu kelompok siswa (10) Metode insersi (sisipan) merupakan metode yang baru diperkenalkan dengan menyajikan bahan atau materi pelajaran dengan cara;inti sari ajaran-ajaran Islam atau jiwa agama/emosi religius disisipkan di dalam mata pelajaran umum (11) Metode Menyelubung atau membungkus dengan cara menyajikan bahan/materi pelajaran agama atau hikmah keimanan dan sebagainya, sengaja dibungkus atau diselubungi dengan bentuk lain, misalnya kisah cerita atau dengan ilmu lain seperti sejarah, ilmu sekuler
  • [9]Sagala,manajemen Strategik,h.132
  • [10]Syaiful Sagala, Administrasi Pendidikan Kontemporer(bandung:AlPABETA, 2005),h.126Menurut Osborme dan Gaebler reinventing pemerintahan wirausaha tentang tekhnis manajemen pembelajaran disekolah yaitu : Mengarahkan ketimbang mengayuh, memberi wewenang ketimbang melayani, memotivasi persaingan kedalam bentuk pelayanan, pemerintahan yang dengan berbagai misi, pemerintahan yang berorientasi kepada hasil, memenuhi kebutuhan peserta didik bukan hanya peserta didik, menghasilkan dan bukan membelanjakan, mengantisivasi, mengangkat perubahan melalui pasar untuk memenuhi dan mengikuti berbagai perubahan
  • [11]Depertemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia,Undang Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2003: Tentang Sistem Pendidikan Nasional(Jakarta, 2003),h.8
  • [12]Haidar Putra Daulay,Pendidikan Islam: Dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia (Jakarta:Kencana, 2005),h.38

Mau Makalah Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2012. Aneka Ragam Makalah - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib | Modified by Ibrahim Lubis