Mencari...

Makalah Desain Sistem Pembelajaran

9:43 PM
Desain Sistem Pembelajaran (DSP) adalah prosedur yang terorganisasi yang meliputi langkah-langkah: 1) penganalisaan, yaitu proses perumusan apa yang akan dipelajari; 2) perancangan, yaitu proses penjabaran bagaimana hal tersebut akan dipelajari; 3) pengembangan, yaitu proses penulisan dan pembuatan atau produksi bahan-bahan pembelajaran; 4) pelaksanaan, yaitu pemanfaatan bahan dan strategi yang bersangkutan; dan 5) penilaian, yaitu proses penentuan ketepatan pembelajaran (Seels dan Richey, 1994: 33).

1. Pendekatan Desain Sistem Pembelajaran

Langkah dalam Desain Sistem Pembelajaran (DSP) yang pertama adalah merumuskan materi yang akan dipelajari siswa. Perlu dirumuskan aspek-aspeknya.Pertama, apa saja materinya, apakah bersifat kognitif, afektif atau psikomotorik, berapa porsinya, dan sebagainya.Kedua, bagaimana metode instruktur dalam media Online Learning dalam proses pembelajarannya, prasyarat apa saja yang perlu diberikan kepada siswa dan sebagainya. Ketiga, sarana tambahan apa yang perlu diberikan. Keempat, lingkungan maya yang  bagaimana yang diperlukan untuk mendukung pelajaran tersebut. 

2. Aspek Strategi Pembelajaran

Aspek ini pada dasarnya adalah menjawab bagaimana materi Online Learning tersebut dipelajari. Pada aspek inilah teori belajar mempunyai peran yang sangat signifikan. Ide-ide dalam artikel di atas dapat diimplementasikan pada perancangan aspek Strategi Pembelajaran ini.

3. Aspek Desain Bahan Pembelajaran

Langkah ketiga dalam Mendesaian Sistem Pembelajaran adalah pengembangan, yaitu proses penulisan dan pembuatan atau produksi bahan-bahan pembelajaran. Proses penulisan bahan pembelajaran harus memperhatikan hal-hal berikut:

a. Kejelasan tujuan pembelajaran (realistis dan terukur)
b. Relevansi tujuan pembelajaran dengan Kurikulum/SK/KD;
c. Ketepatan penggunaan media yang sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran;
d. Kesesuaian materi, pemilihan media dan evaluasi (latihan, test, kunci jawaban) dengan tujuan pembelajaran;
e. Sistematika yang runut, logis, dan jelas;
f. Interaktivitas;
g. Penumbuhan motivasi belajar;
h. Kontekstualitas;
i. Kelengkapan dan kualitas bahan bantuan belajar;
j. Kejelasan uraian materi, pembahasan, contoh, simulasi, latihan;
k. Konsistensi evaluasi dengan tujuan pembelajaran;
l. Relevansi dan konsistensi alat evaluasi;
m. Pemberian umpan balik terhadap latihan dan hasil evaluasi.

Proses pemanfaatan bahan dan strategi tersebut harus memperhatikan hal-hal berikut:
  • Efektif dan efisien dalam pengembangan maupun penggunaan media pembelajaran;

  • Reliabilitas (kehandalan);

  • Maintainabilitas (dapat dipelihara/dikelola dengan mudah);
  • Usabilitas (mudah digunakan dan sederhana dalam pengoperasiannya);
  • Ketepatan pemilihan jenis aplikasi/software/tool untuk pengembangan;

  • Kompatibilitas (media pembelajaran dapat diinstalasi/dijalankan diberbagaih ard w a re dan software yang ada)

  • Pemaketan program media pembelajaran terpadu dan mudah dalam eksekusi;

  • Dokumentasi program media pembelajaran yang lengkap meliputi: petunjuk instalasi (jelas, singkat, lengkap), trouble shooting (jelas, terstruktur, dan antisipatif), desain  program (jelas dan menggambarkan alur kerja program); 

  • Reusabilitas (sebagian atau seluruh program media pembelajaran dapat dimanfaatkan kembali untuk mengembangkan media pembelajaran lain). 

4. Aspek Pemanfaatan Bahan

Selain harus memperhatikan aspek-aspek di atas, langkah pemanfaatan juga dapat menggunakan komunikasi visual sebagai strategi pembelajaran, dengan memperhatikan hal- hal berikut:
  • Komunikatif: visualisasi mendukung materi ajar, agar mudah dicerna oleh siswa
  • Kreatif: visualisasi diharapkan disajikan secara unik dan tidak klise (sering digunakan), agar menarik perhatian
  • Sederhana: visualisasi tidak rumit, agar tidak mengurangi kejelasan isi materi ajar dan mudah diingat
  • Unity: menggunakan bahasa visual yang harmonis, utuh, dan senada, agar materi ajar dipersepsi secara utuh (komprehensif)
  • Penggambaran objek dalam bentuk image (citra) yang representatif
  • Pemilihan warna yang sesuai, agar mendukung kesesuaian antara konsep kreatif dan topik yang dipilih Tipografi (font dan susunan huruf), untuk memvisualisasikan bahasa verbal agar  mendukung isi pesan, baik secara fungsi keterbacaan maupun fungsi psikologisnya
  • Tata letak (lay-out): peletakan dan susunan unsur-unsur visual terkendali dengan baik,  agar memperjelas peran dan hirarki masing-masing unsur tersebut
  • Unsur visual bergerak (animasi dan/atau movie), animasi dapat dimanfaatkan untuk  mensimulasikan materi ajar dan video untuk mengilustrasikan materi secara nyata
  • Navigasi (icon) yang familiar dan konsisten agar efektif dalam penggunaannya. 


5. Penilaian, Umpan Balik dan Perbaikan Terus Menerus

Langkah kelima dalam mendesain sistem pembalajaran adalah penilaian, yaitu proses penentuan ketepatan pembelajaran. Setiap bab menyajikan rangkuman/kesimpulan dan atau soal latihan untuk mengukur keberhasilan belajar peserta didik dan sekaligus mengevaluasi ketepatan strategi pembelajaran. Penilaian ini mutlak dilakukan sebagai sistem manajemen mutu dan pengendalian proses belajar mengajar sehingga terjadi umpan balik dan perbaikan secara terus menerus (continous improvement).

D. Kesimpulan

Dalam mereview artikel ini, pereview berusaha mengkaitkan dengan isi artikel dengan konteks Teknologi Pembelajaran sebagai suatu bidang Ilmu. Hal ini untuk membangun komitmen keilmuan dan struktur berpikit yang konsisten dengan Bidang Keilmuan.

Dari hasil pembahasan di atas, pereview menemukan bahwa Teori Belajar sebagai Paradigma Online Learning berada pada kawasan Desain, yaitu kawasan pertama di antara lima kawasan Teknologi Pembelajaran. Lebih khusus, implementasi dari hal teori belajar ini berada pada subkawasan Desain Sistem Pembelajaran (DSP).


DAFTAR PUSTAKA

  1. Seels, Barbara B. dan Richey, Rita C. 1994. Teknologi Pembelajaran: Definisi dan Kawasannya.
  2. Penerjemah Dewi S. Prawiradilaga dkk. Jakarta: Kerjasama IPTPI LPTK UNJ.
  3. Terry Anderson & Fathi Elloumi (Eds.). 2004. Theory and Practice of Online Learning. Canada. Athabasca University. 

Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini, maka secara ikhlas saya mengijinkannya, tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya..saya yakin Sobat orang yang baik. selain Makalah Makalah Desain Sistem Pembelajaran, anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. Salam saya Ibrahim Lubis. email :ibrahimstwo0@gmail.com
Ibrahim Lubis

Penulis:

Judul Makalah: Makalah Desain Sistem Pembelajaran
Semoga Makalah ini memberi manfaat bagi anda, tidak ada maksud apa-apa selain keikhlasan hati untuk membantu anda semua. Jika terdapat kata atau tulisan yang salah, mohon berikan kritik dan saran yang membangun. Jika anda mengcopy dan meletakkannya di blog, sertakan link dibawah ini sebagai sumbernya :

0 komentar:

Post a Comment

Berhubung komentar Spam sangat berbahaya, maka saya berharap Sobat untuk tidak berkomentar spam. Jika saya menemukan komentar Sobat mengandung spam atau memasukkan link aktif di kolom komentar, saya akan menghapusnya. terima kasih