Aneka Ragam Makalah

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE


Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara bertujuan memberikan keterampilan mengerti tentang kompetensi seorang pendidik, kemudian mampu merancang, mengelola, melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. Dalam hal mengembangkan pembelajaran mahasiswa dituntut menguasai teori serta praktek berbagai strategi dan metode pembelajaran. Untuk itu strategi perkuliahan yang dilakukan dikembangkan dengan cara menggali pengalaman mahasiswa untuk dijadikan bagian dari proses pembelajaran. 

Metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif menggunakan siklus yang terdiri dari; rencana, tindakan, observasi dan refleksi ini diterapkan pada mahasiswa sebanyak 32 orang pada mata kuliah Strategi Pembelajaran untuk delapan kali pertemuan pada tahun ajaran 2006-2007. pengumpulan data dengan observasi partisipatif selama tindakandan dokumen hasil kerja mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi; pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil, untuk jenis materi, dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah, dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik, keberanian mengungkap masalah, terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. (2) beberapa hambatan yang dihadapi adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa, sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan.


STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE LEARNING UNTUK MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN FAKULTAS TARBIYAH IAIN SUMATERA UTARA




Oleh Mardianto
Pendahuluan
Pendidikan dan pembelajaran kini sedang mengalami revolusi yang sangat dahsyat, dimana perubahan dan pergeseran pada peran pendidik, tujuan pendidikan, dan bahkan strategi pelaksanaan pembelajaran sangat berbeda dari sebelumnya. Perubahan itu dipicu oleh adanya temua temuan baru dalam bidang pendidikan, ilmu ilmu lain seperti; ilmu komunikasi, teknologi informatika, brain, ilmu pendidikan dan pelatihan dan lainnya. 

Bagi para pendidik, perubahan dan perkembangan harus dijadikan tantangan sekaligus peluang, bila ingin tetap menjadi pendidik ulung atau pengajar yang profesional. Caranya adalah dengan; pertama menguasai dasar dasar ilmu pendidikan agar tetap mempunyai komitmen dalam dunia pendidikan, kedua menguasai teknologi pendidikan agar tetap terampil dalam mengembangkan instrumen pendidikan, ketiga partisipasi dalam bidang profesi pendidikan, agar tetap mendapat akses terhadap kemajuan pendidikan.

Dikalangan ilmuan, birokrat, dan profesi lain sebagian mereka ingin menyampaikan ilmunya dan atau bahkan ingin menjadi pendidik, namun instrumen atau ilmu pendidikan yang memberikan keterampilan untuk itu tidak memadai dan bahkan tidak dimiliki. Program S1 Pendidikan Agama Islam fakultas Tarbiyah sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan dilingkungan IAIN Sumatera Utara memberikan media bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan mendidik. Dalam Program S1 Pendidikan Agama Islam ini, fakultas Tarbiyah memberikan dasar dasar keilmuan dalam hal pendidikan, keterampilan dalam merancang, mengelola, mengembangkan dan mengevaluasi pendidikan terlebih strategi penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Semua bertujuan untuk memberikan kompetensi mendidik yang profesional dan handal, karena hal ini sesuai dengan tujuan dari fakultas keguruan di IAIN Sumatera Utara.

Tujuan dari fakultas Tarbiyah adalah membentuk sarjana muslim yang berakhlaq mulia, menguasai pengetahuan agama Islam serta cabang cabang pengetahuan dalam bidang pendidikan Islam dan keguruan. Untuk itulah fungsi fungsi akademik terus diarahkan dalam rangka memberi pelayanan yang fungsional, pengelolaan yang profesional dan orientasi yang terapan. Ini artinya program Tarbiyah kedepan selalu memberikan yang terbaik bagi kepentingan ummat khususnya dalam bidang kependidikan dan keguruan.

Pelaksanaan Program S1 Pendidikan Agama Islam ini adalah memberikan kompetensi seorang menjadi tenaga kependidikan yang dapat diterapkan untuk berbagai lembaga pendidikan baik umum maupun swasta, baik pada jenis pendidikan keagamaan, pendidikan dan pelatihan dan lembaga pendidikan lainnya. Diakhir Program S1 Pendidikan Agama Islam ini peserta diharapkan dapat mengerti tentang kompetensi seorang pendidik, kemudian mampu merancang, mengelola, melaksanakan dan mengevaluasi satu kegiatan pembelajaran di sekolah menengah. Secara khusus peserta diharapkan dapat: (1) Memiliki wawasan tentang kompetensi seorang pendidik; (2) Merancang kegiatan pembelajaran; (3) Mengelola dan melaksanakan satu kegiatan pembelajaran; dan Mengevaluasi kegiatan pembelajaran.

Pengamatan penulis menunjukkan bahwa dosen pada Program S1 Pendidikan Agama Islam belum banyak menunjukkan krativitas dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran khususnya yang lebih kontekstual, up to date dan aktual. Padahal pada umumnya mahasiswa peserta akta IV adalah mereka yang selama ini telah mengajar dan memiliki pengalaman dalam kegiatan pembelajaran di ingkungan kerjanya. Mengembangkan pembelajaran dengan mengangkat berbagai pengalaman yang dimiliki mahasiswa salah satu diantaranya adalah dengan metode kasus atau biasa disebut dengan case study.

Salah satu definisi metode kasus adalah; a method of instruction in swhich students and instructors participate in direct discussion of bussiness cases or problems (Leenders dan Erskine:1978). Metode kasus adalah suatu metode instruksi yang mana mahasiswa dan instruktor berpartisipasi di diskusi langsung tenang kasus kasus atau permasalahan permasalahan yang ada di lapangan.

Sementara itu menurut (Corey:1980) pembelajaran metode kasus dapat menyediakan elemen eleman dari pembelajaran yang efektif, yaitu (1) penemuan discovery, (2) investigasi probing, (3) latihan berkelanjutan continual practice, (4) perbedaan dan pembandingan contrast and comparison, (5) keterlibatan involvement dan (6) motivasi motivation. Pembelajaran dengan metode kasus memungkinkan mentransfer managerial wisdom ke dalam ruang kelas. Pendidikan biasanya hanya mentransfer knowledge bukan wisdom atau judgment. Wisdom tidak dapat diceriterakan(Gragg:1940). Untuk pembelajaran sselama ini studi kasus juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan: (1) keahlian keahlian bekerja secara grup, (2) keahlian keahlian di dunia nyata, (3) keahlian keahlian berkomunikasi, dan (4) keahlian keahlian riset (Jogiyanto, 2006).

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan hambatan dalam perkuliahan Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara, (2) untuk mendeskripsikan efktivitas penggunaan model pembelajaran berbasis kasus untuk perkuliahan Strategi Pembelajaran, (3) untuk mendeskrpsikan ada atau tidaknya peningkatan kualitas perkuliahan Strategi Pembelajaran dengan diterapkannya pendekatan metode kasus.

Manfaat dari hasil penelitian ini adalah: (1) bagi dosen untuk dapat mengembangkan kemampuan merencanakan, menciptakan dan menggunakan metode kasus serta pengalamannya dalam penelitian tindakan kelas, (2) bagi penyelenggara Program S1 Pendidikan Agama Islam sebagai masukan dalam membina dan mengelola program peningkatan kualitas pendidikan. (3) bagi peneliti lain untuk menjadi masukan bahwa penelitian tindakan kelas yang sederhana praktis dan fungsional dapat lebih bermanfaat bagi dosen baik untuk peningkatan kualitas hasil pemblajaran bagi mahasiswanya maupun masukan bagi peningkatan proses pembelajaran.


Metode Penelitian
Penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan obyek adalah sebanyak 32 orang mahasiswa pada Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara Angkatan XVI pada tahun ajaran 2006-2007. 

Rancangan penelitian tindakan kelas yang dipilih yaitu model siklus yang dilakukan secara berulang ulang dan berkelanjutan (siklus spiral). Kegiatannya dilakukan dengan (1) rencana tindakan, (2) pelakanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi (Kemmis & Taggart:1989). Artinya bahwa semakin banyak siklus dilakukan diharapkan semakin meningkat perubahan atau pencapaian hasil. Sesuai dengan model siklus tersebut maka langkah kegiatan penelitian adalah sebagai berikut: (a) permintaan ijin penelitian, (b) observasi dan wawancara untuk mengetahui kondisi awal pelaskanaan pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam, (c) identifikasi permasalahan dalam proses pembelajaran mata kuliah Strategi Pemblajaran, (d) merumuskan spesifikasi media desain dan model pembelajaran dengan metode kasus , (e) melakukan kolaborasi dengan pengelola Program S1 Pendidikan Agama Islam dan program S.1 Fakultas Tarbiyah dalam mengembangkan rancangan pembelajaran, dan (f) melaksanakan tindakan kelas serta menetapkan teknik pemantauan.

Mengenai siklus Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan adalah: (1) siklus I, untuk pembelajaran materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar. (2) siklus II, untuk mempelajari materi strategi pembelajaran kelas kecil dengan mengangkat kasus jumlah dan kemampuan siswa yang menjadi pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil. (3) siklus III, untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. Tujuan materi adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan pilihan pilihan strategi pembelajaran dengan pertimbangan materi apa yang akan diajarkan. (4) siklus IV, untuk mempelajari materi strategi pembelajaran berdasarkan sumber dan media yang tersedia. Tujuan materi ini adalah agar mahasiswa terampil mengembangkan strategi pembelajaran berdasarkan ketersediaan sumber dan media di satu kelas.

Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua cara yakni; (a) observasi dengan partisipasi selama tindakan kelas berlangsung di kelas Program S1 Pendidikan Agama Islam dan (b) dokumentasi hasil peragaan strategi pembelajaran yang dikembangkan di kelas. Hasil observasi dan dokumentasi tersebut dideskripsikan sesuai dengan tujuan penelitian.


Hasil Penelitian
Pada saat kondisi awal perkuliahan Strategi Pembelajaran di Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara terdapat beberapa gejala yang memperlihatkan sebagai berikut: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester, (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian kecil dipraktekkan di kelas, (3) hambatan yang ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang, sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang, (4) terdapat beberapa keterbatasan informasi tentang latar belakang mahasiswa yang dapat dijadikan bahan masukan maupun pertimbangan bagi dosen untuk mengembangkan berbagai strategi pembelajaran.

Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas maka terdapat beberapa perbedaan dari satu siklus kesiklus berikutnya.

Siklus I, perkuliahan dilakukan pada pertemuan keempat dan kelima materi strategi pembelajaran kelas besar dengan mengangkat kasus kemampuan guru. Hasil yang ditampakkan adalah mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas besar dengan tampilan; (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas besar, (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas besar, (c) dapat mempraktekkan metode mengajar di kelas besar secara langsung.

Dari sebanyak 32 orang mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti 40% menyiapkan tugasnya secara benar, 20 % menyiapkan tugasnya namun belum lengkap dan 40 % mahasiswa tidak menyiapkan tugasnya. Hambatan yang dihadapi adalah bahwa mahasiswa belum tahu maksud tugas secara umum, kemudian komponen komponen yang harus dimasukkan perencanaan pembelajaran.

Siklus ke II, perkuliahan dilakukan pada pertemuan keenam dan ketujuh materi strategi yang diusung adalah mengangkat kasus kelas kecil sebagai pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. Hasil yang ditampakkan mahasiswa dapat terampil mengembangkan strategi pembelajaran di kelas kecil dengan tampilan; (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk kelas kecil, (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan plihan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas kecil, (c) dapat mempratekkan meode mengajar di kelas kecil secara langsung.

Dari jumlah 32 jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka naik 60 % mereka dapat menyelesaikan tugas secara benar, 20 % menyelesaikan tugas tetapi belum sempurna, 20 % diantara mereka terlambat mengumpulkan tugasnya. Hambatan yang diketahui adalah mahasiswa belum terampil mendeskripsikan masalah yang terjadi selama ini di lingkungan kerjanya khususnya yang terkait dengan metode mengajar.

Siklus III, perkuliahan dilakukan pada pertemuan kesembilan dan kesepuluh sementara materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode pembelajaran berdasarkan materi yang akan diajarkan. Hasil yang ditampakkan mahasiswa adalah; (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk jenis materi tertentu, (b) dapat membuat persiapan pembelajaran dengan pilihan metode yang tepat untuk pembelajaran pada materi tertentu, (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan materi yang diajarkan.

Dari jumlah mahasiswa peserta Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 75 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki, sementara 20 % dari mereka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna, dan 5 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang diberikan. Hambatan yang dialami adalah mahasiswa memang masih belum menguasai sepenuhnya jenis, bentuk serta macam macam materi yang menjadi pertimbnagan dalam pemilihan metode, atau terlalu luasnya materi.

Siklus IV, perkuliahan dilakukan pada pertemuan sebelas dan dua belas sementara itu materi yang dikembangkan adalah pemilihan metode mengajar berdasarkan sumber dan media yang tersedia. Hasil yang ditammpakkan mahasiswa adalah: (a) dapat mengidentifikasi metode apa yang harus dipergunakan untuk mensiasati sumber dan media tertentu dan terbatas, (b) dapat membuat perencanaan pembelajaran dengan pilhan metode yang tepat untuk pembelajaran yang didasarkan pada sumber dan media yang tersedia, (c) dapat mempratekkan metode mengajar di kelas berdasarkan sumber dan media yang dirancang.

Dari jumlah mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam yang mengikuti maka sebanyak 80 % mereka selesai dan lengkap menyelesaikan tugas yang diberikan dan dikehendaki, sementara 5 % dari mreka menyelesaikan tugas tepat waktu namun belum sempurna, dan 15 % tidak selesai tugas sebagaimana tenggat waktu yang dibeikan. Hambatan yang dialami mahasiswa adalah karena banyaknya tugas yang sedang dikerjakan, terkait dengan mata kuliah lain dimana mereka juga harus menyelesaikannya untuk saat yang sama.


Pembahasan

Dari identifikasi kondisi awal sistem perkuliahan selama ini untuk mata kuliah Strategi Pembelajaran pada Program S1 Pendidikan Agama Islam di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara: (1) kegiatan tatap muka mata kuliah dilakukan dengan strategi penyampaian teori untuk beberapa kali pertemuan sampai mid semester, (2) pembelajaran pada tahap berikutnya atau pada paruh kedua setelah mid semester setiap kali pertemuan diberi teori dan sebagian dipraktekkan di kelas, (3) hambatan yang ditemukan dalam pengembangan pembelajaran adalah beberapa teori tentang metode pembelajaran yang diberikan kadang sudah usang, sementara mahasiswa menghadapi berbagai keadaan di luar yang terus berkembang.

Dari tindakan kelas yang dilakukan menunjukkan adanya perubahan mengarah pada peningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menguasai hasil belajar Strategi Pembelajaran. Peningkatan kemampuan ini diperlihatkan dalam hal berikut: (1) penguasaan materi, pemilihan metode mengajar dengan pertimbangan kelas besar, kelas kecil, jumlah siswa serta ketersediaan sumbe dan media diminta dari mahasiswa untuk mengungkap apa yang mereka alami dari lingkungan kerja selama ini. Kemudian membaca buku teks untuk mendalami teori teori yang mendukung kesimpulan pilihan metode yang dikembangkan. Dengan cara seperti itu mahasiswa memiliki pengetahuan dan ingatan yang kuat, kemudian karena belajar dari pengalaman, diungkap dan direfleksikan serta dicari solusinya, kemudian apa pendapat dan pengalaman mereka merasa dihargai oleh orang lain. (2) singkronisasi antar materi mata kuliah, pada saat yang sama mata kuliah perencanaan pembelajaran juga sedang diajarkan, dengan tugas dimana mahasiswa harus dapat menuangkan pilihan metode dalam bentuk prencanaan pembelajaran maka mereka akan menggunakan keterampilan mata kuliah lain untuk menyelesaikan tugas, dan begitu juga sebaliknya. Hal ini sangat mendukung bagi upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan yang dituntut dari mata kuliah strategi pembelajaran. (3) keterampilan dan keberanian, pembelajaran dengan metode kasus membuat banyak tugas diawali dari kemampuan mahasiswa dalam melihat kasus yang ada di sekitar sekolahnya, kemudian mendeskripsikan dan mencari jalan keluarnya kesemuanya ditulis dan dipresentasekan atau didiskusikan dideapan kelas. Bahkan jalan keluar yang ditawarkan harus dapat didemonstrasikan di depan kelas. Dengan demikian keterampilan dan keberanian mahasiswa muncul dengan sendirinya akibat dari metode kasus yang dikembangkan. (4) hambatan dalam pengembangan metode kasus tentunya juga banyak dihadapi, salah satunya adalah masih ada sebagian mahasiswa merasa tabu atau pantang untuk mengungkap masalah yang ada di lingkungan sekolahnya sehingga sebagian mereka hanya mengangkat kasus fiktif atau cerita belaka. Sementara itu hambatan pada dosen yang menerapkan adalah mengorganisasi waktu yang terbatas kadang tidak dapat menampilkan semua kasus yang dimunculkan oleh mahasiswa, sehingga bagian tertentu dari kasus yang unik justru tertinggal.


Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama beberapa waktu, diperoleh kesimpulan tentang perkuliahan mata kuliah Strategi Pembelajaran pada mahasiswa Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. 1) model pembelajaran dengan metode kasus untuk mata kuliah Strataegi Pembelajaran dapat dikembangkan dan berhasil secara efektif. Apabila dilaksanakan dengan perencanaan, koordinasi dan pengembangan yang sistematis dan tepat sasaran. (2) Penelitian tindakan kelas dengan metode kasus untuk pengembangan materi mata kuliah Strategi Pembelajaran yakni; pemilihan metode untuk kelas besar untuk kelas kecil, untuk jenis materi, dan ketersediaan sumber dan media tertentu dapat berjalan efektif dalam mencapai kompetensi mata kuliah, dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik, keberanian mengungkap masalah, terampil merancang media serta mempraktekkannya di depan kelas. (3) beberapa hambatan yang dihadapi dalam pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran adalah beban tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagian belum dapat diatasi dengan baik oleh mahasiswa, sementara sebagian dosen masih belum banyak mengenal dan terampil mengembangkan metode metode yang aktual dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran.

Daftar Pustaka


Daftar Pustaka

Corey ER, 1980, Case Method Teaching, Boston: Harvard Publishing.

Degeng I.Nyoman Sudana, 1989, Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPLPTK.

Gragg CI, 1940, Becouse Wisdom Can`tbe Told, Boston: Harvard Publisher

Heinich R, et all, 1996, Instructional Media and Technologies for Learning, 5th edition, New York: Mac Millan.

IAIN Sumatera Utara, 2006, Pedoman Penyelenggaraan Program S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara, Medan: FT.IAIN Sumatera Utara.

Jogiyanto HM, 2006, Filosofi, Pendekatan, dan Penerapan Pembelajaran Metode Kasus untuk Dosen dan Mahasiswa, Yogyakarta: Andi.

Jonnasen, D.H, et al, 1996, Hand book of Research for Educational Communication and Technology,

Kasbolah ES, Kasihani, 1999, Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ), Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-PPGSD

McNiff Jean, 1992, Action Research: Principles and practice,

Schramm Wilbur, 1981, Big Media, Little Media, Beverly Hills, Sage.

Wiryawan Sri Anitah dan Noorhadi, 1990, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Karunia-UT.

Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini, maka secara ikhlas saya mengijinkannya, tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya..saya yakin Sobat orang yang baik. selain Makalah STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE, anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini. Salam saya Ibrahim Lubis. email :ibrahimstwo0@gmail.com

Mau Makalah Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2012. Aneka Ragam Makalah - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib | Modified by Ibrahim Lubis